SPPG Polres PPU Disetop, 1.189 Siswa SD hingga SMA Terdampak

Rabu 15-04-2026,22:15 WIB
Reporter : Achmad Syamsir Awal
Editor : Didik Eri Sukianto

PENAJAM PASER UTARA, NOMORSATUKALTIM - Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum Polres Penajam Paser Utara (PPU) disetop sementara waktu.

Hal ini membuat 1.189 pelajar yang menerima menu Makan Bergizi Gratis (MBG) Polres PPU berdasarkan porsi setiap harinya terdampak, antara lain siswa SD Negeri 008, SMP Negeri 21, dan SMA Negeri 8.

Dihentikannya SPPG Polres PPU untuk sementara waktu, itu dikarenakan masalah pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum memenuhi standar ketat, seperti mesinnya lagi dalam perbaikan.

Wakapolres PPU, Kompol Awan Kurnianto membenarkan adanya penghentian operasional tersebut. Ia menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan perbaikan menyeluruh pada sistem pembuangan limbah agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

BACA JUGA: 74 SPPG di Kaltim Ditutup Sementara, Pemprov Pastikan Koordinasi dan Perbaikan Berjalan

BACA JUGA: Insiden Keracunan dan IPAL Bermasalah, 2 SPPG di PPU Disuspensi

"Iya, saat ini sedang suspensi sementara. Kami sedang memperbaiki masalah IPAL-nya. Alat yang kami pesan langsung dari Jakarta sudah datang dan sedang dalam proses pemasangan," ujar Awan Kurnianto, Rabu 15 April 2026.

IPAL baru yang didatangkan ini merupakan perangkat full sistem yang sesuai dengan standar Badan Gizi Nasional (BGN).

Teknologi ini dilengkapi dengan mesin aerator penghasil gelembung udara serta penggunaan zat khusus untuk mengurai limbah agar air yang dibuang benar-benar bersih.

Awan menargetkan, dalam satu atau dua hari ke depan, sistem ini sudah bisa diuji coba. Sebagai parameter kualitas, pihaknya bahkan akan menaruh ikan di bak indikator akhir.

BACA JUGA: Antisipasi Keracunan MBG, SPPG Polres PPU Lakukan Rapid Test dan Uji Sampel Setiap Hari

Jika ikan mampu bertahan hidup, hal itu menunjukkan air hasil olahan limbah sudah aman bagi ekosistem.

"Dulu sistem kita sebenarnya sudah mengikuti contoh yang ada, tapi ternyata itu tidak cukup karena aturan detail mengenai SPPG ini sekarang semakin diperketat," tegasnya.

Terkait Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), ia menyebutkan, pihak Lapkesda Provinsi Kalimantan Timur telah mengambil sampel air untuk diuji di Samarinda. Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil resmi dari laboratorium tersebut.

Selama masa perbaikan ini, distribusi makanan bergizi untuk sekolah-sekolah yang terlayani oleh SPPG Polres PPU terpaksa berhenti total.

Kategori :