Selain mengandalkan sampah harian baru, pemerintah juga menyiapkan opsi landfill mining, yakni pemanfaatan kembali tumpukan sampah lama yang selama ini tertimbun di TPA. Sampah lama itu akan dibongkar kembali untuk dijadikan tambahan bahan baku fasilitas PSEL.
Sudirman menyebut cadangan timbunan sampah lama di TPA diperkirakan masih dapat dimanfaatkan hingga 15 tahun. Dengan skema itu, kebutuhan bahan baku fasilitas dapat terus terpenuhi sambil mengurangi timbunan lama yang selama ini menumpuk.
"Jadi sampah yang lama itu dibongkar kembali, itu juga bagian penambahan bahan baku PSEL," tuturnya.
Ia mengungkapkan, apabila proyek tersebut terealisasi, maka pola pengelolaan sampah Balikpapan akan berubah signifikan. Sampah yang selama ini hanya ditimbun dapat langsung diolah melalui fasilitas pengolahan modern dan menghasilkan energi listrik.
BACA JUGA: Otorita IKN Terapkan Manajemen Sampah Berbasis Teknologi, Plastik Bisa Ditukar Tabungan Emas
Saat ini, lanjutnya, sistem yang berjalan di TPA masih sanitary landfill maupun controlled landfill. Melalui sistem tersebut, sampah ditimbun, dipadatkan, kemudian dilapisi tanah untuk menekan dampak pencemaran lingkungan. Namun sistem itu tetap membutuhkan lahan baru ketika kapasitas TPA penuh.
"Nanti kalau ini berjalan, kita tidak perlu lagi mencari lahan baru," tekan Sudirman.
Ia menuturkan, ketika sampah harian terus masuk sementara lahan pembuangan terbatas, kebutuhan membuka lokasi TPA baru menjadi tantangan yang hampir selalu dihadapi kota-kota besar.
Karena itu, PSEL dipandang menjadi salah satu solusi jangka panjang agar pengelolaan sampah tidak lagi bergantung pada perluasan lahan.
BACA JUGA: DLH Sebut Masih Normal, Volume Sampah Kota Balikpapan 550 Ton per Hari selama Ramadan
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menyampaikan bahwa pemerintah kota telah menyiapkan lahan sekitar 4 hektare di kawasan Manggar sebagai lokasi pembangunan PSEL.
Diketahui, lahan tersebut merupakan bagian dari total area TPA Manggar yang luasnya sekitar 47 hektare.
"Dipersyaratkan cuma empat hektare saja untuk PSEL. Kan sudah ada, sudah kita siap," tandas Bagus.
Ia menerangkan kesiapan lahan tersebut menjadi modal awal untuk masuk ke tahapan lanjutan berupa penyusunan detail engineering design (DED), survei teknis, serta proses penunjukan pihak ketiga oleh pemerintah pusat maupun investor pelaksana proyek.
BACA JUGA: Coffee Morning Perdana Pemkot Balikpapan Bahas Godzilla El Nino, Krisis Air hingga Sampah
Kemudian, sebut Bagus, kapasitas PSEL yang direncanakan mencapai 750 ton per hari. Jumlah itu lebih besar dibanding timbulan sampah harian Balikpapan saat ini, karena sebagian pasokan dapat berasal dari timbunan lama di TPA maupun wilayah aglomerasi sekitar.