Mereka menyoroti pentingnya perencanaan jangka panjang dalam menyiapkan regenerasi tenaga pendidik di daerah.
Selain itu, mahasiswa juga mencermati pelaksanaan rekrutmen melalui skema PJLP. Berdasarkan pengamatan mereka, terdapat tenaga pengajar yang direkrut berasal dari luar daerah.
DPRD Balikpapan pun menyatakan telah menerima aspirasi mahasiswa tersebut dan menjadikannya sebagai bahan perhatian dalam pembahasan kebijakan.
Bagi Hamid, kekhawatiran mahasiswa terkait peluang kerja di sektor pendidikan menjadi hal yang perlu diperhatikan.
"Mereka khawatir tidak mendapat ruang, padahal kebutuhan guru masih ada," imbuhnya.
Meski demikian, DPRD menilai kesempatan menjadi tenaga pendidik di Balikpapan masih terbuka.
Skema PJLP disebut sebagai salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan dalam jangka pendek, meskipun tidak bersifat permanen.
BACA JUGA:Mobilitas Penduduk Tinggi, Disdukcapil Balikpapan Kejar Digitalisasi
"Kebutuhan guru masih tinggi, jadi peluang itu tetap ada," tandasnya.
DPRD juga menyatakan akan terus mendorong upaya pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik melalui berbagai skema yang memungkinkan.
Baik melalui kebijakan dari pemerintah pusat maupun langkah di tingkat daerah.
Kondisi kebutuhan guru yang belum sepenuhnya terpenuhi ini sekaligus menempatkan isu regenerasi tenaga pendidik, sebagai salah satu tantangan dalam perencanaan pendidikan di Balikpapan ke depan.