Nelayan Masih Sulit BBM, Diskan Berau Siapkan Sistem Barcode untuk Benahi Penyaluran

Senin 06-04-2026,21:16 WIB
Reporter : Maulidia Azwini
Editor : Didik Eri Sukianto

BERAU, NOMORSATUKALTIM — Di tengah potensi perikanan yang melimpah, nelayan di Kabupaten Berau masih dihadapkan pada persoalan klasik, yakni sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Kondisi ini pun mendorong Dinas Perikanan (Diskan) Berau menyiapkan sistem baru untuk membenahi penyaluran agar lebih tepat sasaran.

Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid mengungkapkan, bahwa secara kuota, pasokan BBM untuk nelayan sebenarnya dinilai mencukupi. Namun, persoalan muncul pada aspek distribusi yang diduga belum sepenuhnya tepat sasaran.

“Kalau kuota itu sebenarnya cukup. Data kebutuhan nelayan kita sampaikan ke BP Migas, kemudian dianalisis. Jadi secara hitungan, itu terpenuhi,” ujarnya.

BACA JUGA: Syarat 100 Kapal Tak Terpenuhi, Gerai Perizinan Kapal Nelayan di Pesisir Berau Batal

BACA JUGA: Berau Kantongi 3 Kampung yang Penuhi Syarat Awal Program Nelayan Merah Putih

Menurutnya, salah satu penyebab kelangkaan yang kerap dikeluhkan nelayan adalah adanya potensi kebocoran dalam penyaluran BBM subsidi.

Untuk itu, pihaknya bersama BP Migas tengah menyiapkan penerapan sistem barcode sebagai solusi pengawasan distribusi.

Ia menjelaskan, bahwa penerapan barcode akan berbasis pada data nelayan yang telah dihimpun oleh Diskan dan diverifikasi oleh BP Migas.

Dengan sistem tersebut, setiap nelayan nantinya memiliki identitas khusus untuk mengakses BBM sesuai dengan kebutuhannya.

BACA JUGA: Pemkab Berau Perkuat Hilirisasi Kakao dan Perikanan

BACA JUGA: Kewalahan Awasi Pelaku Bom Ikan yang Lebih Lihai, Dinas Perikanan Berau Lakukan Strategi Ini

“Data nelayan kita sampaikan ke BP Migas, kemudian dianalisis apakah sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Ke depan, barcode ini akan digunakan untuk mengurangi potensi kebocoran agar BBM benar-benar diterima oleh yang berhak,” jelasnya.

Selain itu, penyaluran BBM juga tidak akan dilakukan di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).

Penunjukan lokasi distribusi akan disesuaikan dengan kriteria yang ditetapkan oleh BP Migas, termasuk mempertimbangkan wilayah dengan jumlah nelayan tinggi, khususnya kawasan pesisir, TPI Sambaliung hingga Biatan yang memiliki aktivitas perikanan cukup tinggi.

Kategori :