Jika praktik seperti ini terus berulang, yang tergerus bukan hanya reputasi gubernur, tetapi juga marwah kepemimpinannya.
Publik akan setia menilai kesesuaian antara ucapan dan tindakan. Seperti pepatah cakap tak serupa bikin, ketika kata tidak sejalan dengan perbuatan, kepercayaan pun perlahan hilang. (*)