BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun, siswa kelas 5 SD, nyaris menjadi korban dugaan percobaan penculikan saat berjalan kaki pulang sendirian usai Shalat Isya'.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Jalan Inpres 3, Balikpapan, pada Minggu, 23 Maret 2026, sekitar pukul 20.15 Wita.
Saat itu kondisi lingkungan sekitar dalam keadaan sepi, usai hujan deras mengguyur Kota Balikpapan.
Kakak korban, Nay, menuturkan adiknya berjalan pulang setelah berpisah dengan teman-temannya di masjid.
BACA JUGA: Terduga Pelaku Penculikan Anak di Balikpapan Diringkus Polisi, Sempat Ancam Bunuh Korbannya
BACA JUGA: Penculik Tiga Anak di Kenohan Ditangkap, Satu Korban Dirudapksa
Di tengah perjalanan, korban dihentikan oleh seorang pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Pelaku awalnya menanyakan arah jalan.
"Dia nanya kalau lurus itu tembus ke mana. Adik saya jawab bisa tembus ke Jalan Padat Karya," ujar Nay saat diwawancara wartawan Nomorsatukaltim, pada Selasa, 24 Maret 2026.
Setelah itu, pelaku membuka helm dan terlihat mengenakan masker atau topeng hitam yang menutupi seluruh wajah, hanya menyisakan bagian mata.
Pelaku kemudian mengajak korban ikut dengan alasan meminta bantuan mengangkat tangga. Saat korban menolak, pelaku sempat memaksa dan membujuk.
BACA JUGA: Waspada Modus Baru Penculikan! Siswi SMP Diambil dari Sekolah, Dibohongi Ibunya Kecelakaan
BACA JUGA: Kasus Penculikan: Hoaks atau Bukan, Orangtua Harus Waspada
"Dia bilang 'sebentar saja kok dek'," katanya.
Korban kemudian melarikan diri menuju rumah dalam kondisi panik. Setibanya di rumah, korban mengalami sesak napas dan sempat kesulitan berbicara.
"Dia cuma bilang 'ade mau diculik'. Setelah napasnya stabil baru bisa cerita," lanjut Nay.