Trump Beri Sinyal Hentikan Perang, Tunda Serang Pembangkit Listrik Iran

Senin 23-03-2026,22:24 WIB
Editor : Devi Alamsyah

JAKARTA, NOMORSATUKALTIM– Kabar gembira. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal penghentian perang di Timur Tengah. Dalam akun media sosialnya, Trump akui telah melakukan negosiasi dengan Iran setelah penyerangan pertamanya pada 28 Februari 2026 lalu. 

Trump menjelaskan bahwa Amerika dan Iran telah melakukan pembicaraan intensif selama dua hari terakhir terkait perang Iran yang terjadi saat ini. 

“Dengan senang hati saya melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah melakukan pembicaraan yang sangat baik dan produktif selama dua hari terakhir mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kita di Timur Tengah,” tulisnya di akun Truth @realDonaldTrump pada 23 Maret 2026 pukul 6:05 PM waktu setempat.  

“Berdasarkan isi dan nada pembicaraan yang mendalam, rinci, dan konstruktif ini, yang akan berlanjut sepanjang minggu”. 

Baca Juga: AS Ancam Luluhlantahkan Fasilitas Listrik Iran Jika Selat Hormuz Tak Dibuka, Ini Respons Teheran

Selain itu, Trump juga menyampaikan tidak akan melakukan penyerangan terhadap Iran dalam beberapa hari kedepan. 

“Saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, dengan syarat keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung,” tambahnya. 

Apa yang disampaikan Trump merupakan hal yang sangat bertolak belakang dengan apa yang dipostingnya beberapa jam sebelumnya. Masih dalam akun media sosialnya, Trump terlihat begitu bersemangat untuk menghancurkan Iran jika tidak segera kembali membuka selat Hormuz.  

“Jika Iran tidak sepenuhnya membuka, tanpa ancaman selat Hormuz, dalam waktu 48 jam dari saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai Pembangkit Listrik mereka,” tulisnya pada 22 Maret 2026 pukul 6:44 AM waktu setempat. 

“Dimulai dengan yang terbesar terlebih dahulu,” tegasnya. 

Baca Juga: Veda Ega Pratama Cetak Sejarah! Podium Moto3 Brasil 2026 Diwarnai Red Flag Dramatis

Bahkan sebelumnya, hanya berselang beberapa menit saja, Trump juga menyampaikan jika Amerika Serikat telah menghancurkan Iran. 

Trump juga menyangkal komentar David Sanger yang menyampaikan jika Amerika masih jauh dari tujuannya untuk menaklukan Iran. 

Akan tetapi Trump mengatakan bahwa dirinya telah mencapai apa yang ditargetkan, meskipun sejak penyerangan hingga saat ini Iran masih terus melakukan perlawan yang sengit, bahkan telah berhasi menghancurkan beberapa pangkalan militer Amerika di Israel, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait. 

“Saya sudah, dan beberapa minggu lebih cepat dari jadwal! Kepemimpinan mereka telah hilang, angkatan laut dan angkatan udara mereka telah hancur, mereka sama sekali tidak memiliki pertahanan, dan mereka ingin membuat kesepakatan,” aku Trump sesumbar. 

Kategori :