Program MBG Mulai Masuk Radar Pemicu Inflasi di Balikpapan, Ini yang Dilakukan TIPD

Minggu 15-03-2026,14:23 WIB
Reporter : Salsabila
Editor : Baharunsyah

Kelompok tersebut berasal dari berbagai sektor produksi, mulai dari peternakan, pertanian hingga hortikultura.

Skema itu merupakan hasil pembahasan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah yang melibatkan Pemerintah Kota Balikpapan, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, serta Bank Indonesia.

Dengan mekanisme tersebut, kebutuhan bahan pangan untuk dapur MBG akan dihubungkan langsung dengan kelompok produksi yang selama ini dibina oleh OPD.

"Ada kelompok peternak ayam, produsen telur, juga hortikultura seperti sayur-sayuran. Itu yang nantinya dilink-kan dengan kebutuhan MBG," tutur Robi.

Model tersebut diharapkan mampu menciptakan rantai pasok yang lebih langsung dari produsen ke dapur MBG, tanpa mengganggu pasokan pangan yang beredar di pasar.

Saat ini operasional dapur MBG di Balikpapan memang belum berjalan sepenuhnya. Dari rencana sekitar 65 dapur, baru sekitar 29 dapur yang telah beroperasi.

Maka dari itu, dampak terhadap kebutuhan pangan masih relatif terbatas.

Namun ketika seluruh dapur mulai berjalan, kebutuhan bahan pangan diperkirakan meningkat signifikan sehingga perlu diantisipasi sejak dini.

BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Tembus USD 100, Ekonom Minta Pemerintah Perketat Fiskal

Di sisi lain, Bank Indonesia mencatat inflasi Kota Balikpapan pada Februari 2026 mencapai sekitar 0,7 persen secara bulanan (month to month). Sementara secara tahunan, inflasi berada di kisaran 4 persen.

Robi pun menerangkan, tingginya inflasi tahunan tersebut juga dipengaruhi faktor base effect.

Pada awal 2025 pemerintah sempat memberikan diskon tarif listrik rumah tangga sebesar 50 persen yang kemudian berakhir pada Februari tahun lalu.

Ketika diskon tersebut dihentikan, angka inflasi pada periode pembanding otomatis terlihat lebih tinggi.

"Dulu ada diskon listrik 50 persen. Ketika itu dilepas, maka perbandingan inflasinya terlihat naik," ungkapnya.

Meski demikian, Bank Indonesia tetap optimistis inflasi di Balikpapan masih dapat dijaga dalam rentang sasaran nasional 2,5 persen ±1 persen sepanjang tahun ini.

Secara historis, inflasi di Balikpapan maupun Penajam Paser Utara dalam beberapa tahun terakhir juga tercatat relatif stabil dan masih berada dalam level yang terkendali.

Kategori :