PPU, NOMORSATUKALTIM - Kondisi arus mudik di Terminal Penajam, terpantau masih sepi dan lengang menjelang Idulfitri.
Aktivitas transportasi darat, baik bus antar kota maupun angkutan kota jenis L300, belum menunjukkan lonjakan penumpang yang signifikan.
Petugas Pengatur Penumpang dari Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (FSPTI) Penajam, Abdul Rahmat, mengatakan bahwa saat ini armada yang berangkat masih sangat terbatas karena minimnya keterisian kursi.
"Untuk sementara ini masih sepi. Paling banyak hanya tiga mobil yang berangkat sehari, itu pun sudah terhitung banyak untuk kondisi sekarang," ujar Abdul saat ditemui di Terminal Penajam, Senin 9 Maret 2026.
Meskipun sepi, jadwal keberangkatan bus tetap tersedia dalam dua sif.
BACA JUGA:Wabup PPU Klaim Lompatan Digitalisasi Keuangan di Forum BI, Belanja Daerah 90,5 Persen
Sif pagi dimulai pukul 08.30 hingga 11.00 Wita dengan total empat unit bus. Sementara sif siang dimulai pukul 12.30 hingga 15.45 Wita.
"Kalau siang itu biasanya bus standby yang datang dari arah Grogot (Paser)."
"Kami tidak menargetkan jam operasional secara kaku untuk angkutan, semua bergantung pada ketersediaan penumpang di lapangan," jelasnya.
BACA JUGA:Ribuan ASN PPU Wajib Update KTP, Ganti Kategori Pekerjaan
Selain bus, Terminal Penajam mengandalkan sekitar 50 hingga 60 unit angkutan L300 kol yang melayani rute Penajam-Grogot Kabupaten Paser secara bergilir.
Sistem giliran ini diatur melalui papan jadwal agar tertib, dengan masa tunggu giliran jalan antara satu minggu hingga sepuluh hari per unit.
Terkait biaya perjalanan, terdapat selisih harga antara bus dan L300.
Tarif bus menuju Grogot dipatok sebesar Rp60 ribu, sedangkan L300 lebih mahal Rp10 ribu yakni Rp70 ribu.
Perbedaan harga ini diduga karena kapasitas angkut L300 yang lebih terbatas, yakni maksimal 12 orang, dibandingkan bus yang mampu menampung hingga 33 penumpang.