SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM — DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kaltim belum menetapkan kandidat untuk Pilkada Samarinda 2029 mendatang. Hal itu disampaikan Ketua DPD PDIP Kaltim Safaruddin.
Terkait kemungkinan PDIP mengusung calon wali kota dari internal partai mereka sendiri, ia menyebut hal itu masih memungkinkan.
Mengingat petahana Andi Harun sudah tidak bisa lagi mencalonkan karena sudah melalui 2 Periode.
BACA JUGA:Terpilih Aklamasi, Rahmad Mas'ud Pasang Target 50 Persen Kemenangan Golkar di Balikpapan
“Oh nanti itu, nanti ini kan baru kita pembentukan, pelaksanaan musyancab, nanti habis itu ke anak ranting. Kita akan melihat nanti bagaimana perkembangan situasi politik dan bagaimana pemetaan politik yang ada di Samarinda ini,” ucapnya, Kamis 5 Maret 2026.
BACA JUGA:PKB Ingatkan Pemprov Kaltim soal Kepekaan Anggaran: Kepercayaan Rakyat Itu Mahal!
Safaruddin menjelaskan bahwa proses penjaringan dan penentuan kandidat masih menunggu tahapan internal partai.
Termasuk pelaksanaan musyawarah cabang (musyancab) hingga konsolidasi di tingkat anak ranting.
Menurutnya, dinamika politik di Samarinda juga akan menjadi pertimbangan penting, sebelum partai mengambil keputusan strategis.
BACA JUGA:Gubernur Rudy Bantah Politik Dinasti di Kaltim, Pengamat Ingatkan Risiko Lemahnya Check and Balance
Selain itu, Safaruddin juga menegaskan sikap PDIP terkait wacana pemilihan kepala daerah secara tidak langsung.
Ia menyatakan bahwa PDIP secara tegas menolak skema tersebut dan tetap mendorong pelaksanaan pemilihan secara langsung oleh rakyat.
“Kita menolak untuk pemilihan tidak langsung. Kita mengharapkan nanti pemilihan secara langsung karena itu hak-hak masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, mekanisme pemilihan langsung merupakan bentuk penghormatan terhadap kedaulatan rakyat dalam menentukan pemimpinnya.
Oleh karena itu, PDIP akan tetap konsisten memperjuangkan sistem demokrasi yang memberikan ruang partisipasi luas bagi masyarakat.
Rahmat Pratama