Selain makanan dan minuman, pengawasan juga diperluas ke depo air minum isi ulang guna memastikan standar higiene dan sanitasi tetap terpenuhi.
BACA JUGA: Dinkes Kutim Pastikan Pembangunan Puskesmas Sangatta Dipercepat, Proses Lelang Segera Dibuka
BACA JUGA: Dinkes Kutim Waspadai Dampak Debu Truk Semen: ISPA Berpotensi Naik, Balita Terancam
Perwakilan BPOM Samarinda, Heppi Pratama, menyatakan kolaborasi lintas sektor menjadi strategi efektif dalam menjaga keamanan pangan di daerah.
“Pengawasan terpadu seperti ini sangat penting. Selain melakukan pengujian sampel, kami juga memberikan edukasi kepada pedagang tentang pentingnya izin edar dan proses produksi yang higienis,” jelas Heppi.
Ia menegaskan, pendekatan persuasif tetap dikedepankan dalam kegiatan tersebut.
“Kalau ada temuan, tentu kami tindak lanjuti sesuai aturan. Namun pembinaan tetap menjadi langkah awal agar pelaku usaha bisa memperbaiki,” katanya.
BACA JUGA: Lawan Lonjakan DBD, Dinkes Kutim Mulai Distribusikan 4.500 Vaksin Qdenga
BACA JUGA: Dinkes Kutim Bagi-Bagi Susu dan Buah Gratis untuk Anak dan Ibu Hamil
Heppi juga mengimbau masyarakat untuk lebih teliti sebelum membeli produk pangan selama Ramadan.
“Masyarakat juga harus aktif. Periksa kemasan, tanggal kedaluwarsa, dan pastikan produk memiliki izin edar. Kalau ragu, jangan dibeli,” tutupnya.