Hotlan menyebut, dalam kondisi normal pengawasan lapangan biasanya dilakukan secara berkala.
BACA JUGA:Persiapan Arus Mudik Idulfitri 2026, BBPJN Kaltim Pasang 20 CCTV di Jalur Mudik
Namun selama Ramadan, pelaksanaan pengawasan lebih menyesuaikan dengan kesiapan tim di lapangan, mengingat kegiatan tidak hanya sebatas pengecekan, tetapi juga berpotensi berujung penindakan.
“Kita tetap jalankan fungsi pengawasan itu namun secara mendadak. Tak ada jadwal khusus atau bisa dilakukan kapan saja,” jelasnya.
Sementara itu, pengawasan LPG subsidi ini akan menyasar empat kecamatan, yakni Tanjung Redeb, Sambaliung, Teluk Bayur, dan Gunung Tabur.
Namun, fokus utama berada di Kecamatan Tanjung Redeb yang memiliki tingkat konsumsi tertinggi di Kabupaten Berau.
Melalui langkah tersebut, Diskoperindag berharap distribusi LPG subsidi tetap tepat sasaran, harga terkendali, dan tidak terjadi kelangkaan, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan.