Jembatan Sei Nibung Kutim Resmi Beroperasi, Waktu Tempuh ke Berau Dipangkas 4 Jam

Kamis 26-02-2026,07:00 WIB
Reporter : Sakiya Yusri
Editor : Hariadi

KUTIM, NOMORSATUKALTIM – Jembatan Sei Nibung yang menghubungkan Desa Kandungan Jaya, Kecamatan Kaubun, dengan Desa Pelawan, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), resmi beroperasi setelah proses pembangunan selama lebih dari satu dekade. 

Infrastruktur ini memangkas jarak tempuh menuju Kabupaten Berau hingga 140 kilometer dan mengurangi waktu perjalanan sekitar 4 jam.

Dengan difungsikannya Jembatan Sei Nibung, akses darat dari Kutim menuju kawasan Biduk-Biduk, Berau, kini tidak lagi bergantung pada jalur memutar dan penyeberangan feri. 

Masyarakat di wilayah pesisir utara Kutim dapat menggunakan jalur darat yang lebih langsung dan efisien.

BACA JUGA: Kontraktor Proyek Jembatan Sungai Nibung Berutang kepada Warga, Tak Dibayar, Akses Terancam Ditutup

BACA JUGA: Pembangunan Jembatan Sungai Nibung Berlanjut, Gubernur dan Bupati Kutim Hadiri Ground Breaking

Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat meski sempat menghadapi berbagai kendala.

“Pimpinan boleh berganti, tetapi tanggung jawab untuk kepentingan masyarakat itu tidak boleh berhenti,” tegasnya saat diwawancara, Selasa malam, 24 Februari 2026.

Ia mengakui proyek tersebut tertunda akibat sejumlah persoalan, mulai dari aspek teknis, pembiayaan, cuaca, hingga kinerja kontraktor.

“Faktor terutamanya yang paling besar adalah kontraktornya hilang,” ujarnya.

BACA JUGA: Perbaikan Segera Dimulai, Jembatan Pulau Besing Berau akan Ditutup Total

BACA JUGA: Fender Terpasang, Jembatan Sambaliung Aman dari Risiko Benturan Kapal

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kemudian melanjutkan proyek secara bertahap melalui penganggaran ulang dan evaluasi teknis serta administrasi hingga pembangunan tuntas.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyebut peresmian jembatan membawa dampak langsung bagi aktivitas masyarakat yang sebelumnya harus menyeberangi sungai.

“Peresmian ini adalah wujud nyata kontribusi Provinsi Kalimantan Timur untuk Kutai Timur. Selama ini masyarakat harus menyeberangi sungai untuk beraktivitas, kini semuanya menjadi lebih mudah,” jelas Ardiansyah.

Kategori :