Sertifikat Tanah Bulog Dikebut, Pemkot Bontang Siap Bantu

Sabtu 21-02-2026,15:58 WIB
Reporter : Michael Fredy Yacob
Editor : Yos Setiyono

BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Sertifikasi lahan dengan luas sekitar tiga hektar itu akan dilaksanakan. Lahan itu nantinya akan dibangun gudang Bulog di Kota Taman.

Legalitas ini selama ini menjadi penghambat pembangunan gudang itu terealisasi.

Sertifikasi lahan itu dilakukan di kantor pertanahan (ATR/BPN) Bontang. Sementara, status kepemilikannya adalah Bulog wilayah Kaltim.

Kantornya ada di Balikpapan. Alhasil, masalah jarak itulah yang menjadi permasalahan lambatnya legalitas itu terlaksana.

BACA JUGA: Orang Tua Bayi di Muara Badak Masih Misterius, Polisi Sisir Data Puskesmas dan Posyandu

Kepala Kantor ATR/BPN Bontang Hamim Muddayana mengatakan, beberapa waktu lalu banyak berkas yang belum dilengkapi. Sehingga, proses sertifikasi tanah itu terhambat.

Bulog harus melengkapi berkas tersebut baru bisa diproses lebih lanjut.

“Kantor Bulog ini ada di Balikpapan. Sementara, karena lokasi lahannya ada di Bontang, sehingga berkasnya itu harus dibuat di kantor pertanahan Bontang. Jadi, untuk melengkapi berkas ini kan butuh waktu. Karena jarak ini,” katanya, Sabtu, 21 Februari 2026.

Ia mengaku, berkas pengajuan itu sudah dimasukkan sejak pemerintah kota (Pemkot) Bontang menghibahkan tanah itu ke Bulog. Baru beberapa bulan lalu.

BACA JUGA: Jalan Layang Bontang Kuala Belum Diakomodir APBN 2026, Pemkot Siapkan Skema Trotoar Darurat

“Mungkin berkasnya masuk ke kami sekitar November-Desember 2025,” ungkapnya.

Ia yakin, ketika semua berkas persyaratannya terpenuhi, maka timnya bisa segera menyelesaikan sertifikat itu.

Ia pun mencontohkan sertifikasi untuk lahan pelabuhan Loktuan. Tim kantor Pertanahan Bontang bisa menyelesaikan dalam waktu satu bulan.

“Bisa cepat itu kalau semua persyaratannya selesai. Sementara ini persyaratannya kesulitan untuk terpenuhi. Karena, mereka butuh waktu untuk berangkat dari Balikpapan ke Bontang. Belum lagi, ketika sampai Bontang ada persyaratan yang ternyata kelupaan,” terangnya.

BACA JUGA: Warga Bontang Keluhkan Banjir, Wawali: Penanganannya Sudah Dianggarkan Rp332 Miliar

Kategori :