KUTAI KARTANEGARA, NOMORSATUKALTIM – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jalan Panjaitan, Tenggarong, akan mulai berjalan pada Senin (23/2/2026), dengan fokus pelayanan siswa bagi SD dan SMP yang menjadi sasaran di wilayah tersebut.
Kepala SPPG Jalan Panjaitan, Idhamsyah, memastikan dapur yang dipimpinnya tetap beroperasi untuk melayani sekolah-sekolah yang telah terdaftar, meskipun terdapat penyesuaian jadwal dan pola distribusi makanan selama bulan puasa agar tetap sesuai dengan kebutuhan gizi dan ketahanan pangan.
“Kita mulai operasional untuk sekolah itu hari Senin tanggal 23, dan sekolah yang kita layani di sini ada SD 001, SD 003, SD 011, dan SD 018, kemudian untuk tingkat SMP ada SMP 1 dan SMP 2,” jelas Idhamsyah pada Kamis 19 Februari 2026.
Ia menerangkan bahwa selama periode 16 hingga 21 Februari 2026, dapur lain tetap beroperasi untuk melayani kelompok 3B, yakni ibu menyusui, ibu hamil, dan balita, sementara dapur di Jalan Panjaitan saat ini masih dikhususkan khusus untuk peserta didik tingkat sekolah.
BACA JUGA: Anggaran Pengawasan Bapokting Hilang, Disperindag Kutim Tak Bisa Pantau Lonjakan Harga
“Kalau di dapur kami ini memang sementara khusus melayani sekolah dulu, untuk kelompok 3B nanti ke depannya juga akan kita layani, tapi akan kita meringankan pembagiannya karena kapasitas dapur kita sudah cukup padat,” ujarnya.
Selama Ramadhan, mekanisme pembagian makanan juga mengalami penyesuaian teknis, di mana distribusi bisa dilakukan secara maksimal untuk tiga hari sekaligus, agar memudahkan pengaturan logistik dan memastikan makanan tetap dalam kondisi layak konsumsi.
“Misalnya untuk hari Senin, Selasa, dan Rabu itu bisa dibagikan sekaligus di hari Senin, tapi tentu dengan menu kering yang tahan lama dan tetap aman sampai waktu berbuka,” paparnya.
Idhamsyah menekankan bahwa meskipun bentuk menu berubah menjadi kering dan lebih tahan lama, kandungan gizi tetap menjadi prioritas utama, karena setiap paket makanan dihitung secara detail oleh tenaga ahli gizi yang terlibat langsung dalam perencanaan menu.
BACA JUGA: Perputaran Uang di Festival Ramadhan Tenggarong Diprediksi termasuk ratusan Juta Rupiah
“Walaupun menunya kering dan dimakan saat berbuka, tetap harus ada sumber karbohidrat, buah, dan protein, karena di sini ada ahli gizi yang menghitung kebutuhannya, dan juga ada tim akuntansi yang menghitung anggarannya supaya tetap sesuai,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa perbedaan yang paling terasa antara menu hari biasa dan menu Ramadhan terletak pada ketahanan makanan, karena pada hari biasa siswa menerima menu siap santap seperti nasi dan lauk masakan rumahan, sementara saat puasa disesuaikan agar tidak cepat basi.
“Kalau hari biasa itu menu siap santap seperti nasi dan ayam goreng atau olahan lainnya, sedangkan saat puasa kita fokus pada menu yang lebih tahan lama, tetapi tetap memperhatikan keamanan pangan dan standar gizinya,” katanya lagi.
Untuk memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga, SPPG Jalan Panjaitan secara rutin menggelar rapat internal yang melibatkan seluruh divisi, termasuk para pimpinan yang membawahi relawan dan tenaga dapur yang jumlahnya mencapai 52 orang.
BACA JUGA: 80 Persen Jurnalis Akui Pernah Swasensor, Isu MBG dan PSN Paling Sering Dibatasi