“Selain itu kita akan meberikan pembekalan penting, untuk mengetahui kondisi kesehatan awal peserta sekaligus memberikan pemahaman tentang materi yang akan dipelajari selama program berlangsung,” katanya.
BACA JUGA: Tak Lagi Menunggu Sampai 37 Tahun, Aturan Baru Percepat Masyarakat yang Ingin Berhaji
BACA JUGA: Desa Sangkima Tak Punya SMA, Pelajar Terpaksa Tempuh 20 Kilometer ke Sangatta demi Bersekolah
Sekolah Lansia dirancang dengan kurikulum terstruktur yang mencakup aspek kesehatan fisik, kesehatan mental, sosial, hingga pembinaan spiritual.
Program ini juga terintegrasi dengan inovasi proyek perubahan bertajuk “Cap Jempol Stop Stunting” yang digagas DPPKB Kutim.
Dalam pelaksanaannya, DPPKB menggandeng berbagai tenaga ahli, mulai dari pakar gizi, dokter spesialis gigi dan mulut, spesialis penyakit dalam, psikolog, hingga tim pakar Golda. Keterlibatan mereka bertujuan memastikan peserta mendapatkan pendampingan komprehensif.
“Aspek spiritual juga menjadi bagian penting dalam kurikulum. Kami menggandeng tokoh agama dari Kementerian Agama Kutim, termasuk dai, ustadz, pastor, dan pendeta untuk memberikan pembinaan rohani secara berkala,” tambahnya.
BACA JUGA: Satu KK, Satu Sertifikat: Progam Pemkab Kutim Lindungi Tanah Masyarakat
BACA JUGA: Anggaran Seret, Disperindag Kutim Tak Mampu Relokasi Pasar Tumpah
Seluruh pembiayaan program Sekolah Lansia bersumber dari APBD Kutim Tahun Anggaran 2026. Pemerintah memastikan peserta tidak dipungut biaya selama mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Program ini direncanakan berlangsung selama 12 kali pertemuan. Peserta yang memenuhi minimal 80 persen tingkat kehadiran akan mengikuti prosesi wisuda Lansia S1 (Standar Satu) dan memperoleh ijazah kelulusan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka.
Ke depan, DPPKB berharap program ini dapat berkelanjutan hingga jenjang S2 dan S3.
Pemerintah daerah juga terus memperkuat kolaborasi dengan perangkat daerah terkait, fasilitas kesehatan, serta pemerintah desa dan pengurus rumah ibadah agar Sekolah Lansia benar-benar menjadi ruang belajar yang bermanfaat bagi para orang tua di Kutim.