SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Universitas Mulawarman (Unmul) kembali mengukuhkan posisinya sebagai lokomotif pendidikan di Indonesia Timur lewat kolaborasi bersama Andi Faisal Unsensored (AFU) dan Nagara Institute menggelar Round Table Discussion, pada Selasa, 10 Fabruari 2026 pukul 09.00 Wita.
Dihelat di lantai 3 Gedung Prof. Dr. Masjaya atau Hub Unmul ini menghadirkan narasumber berkompeten, diantaranya, Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud; Dirjen Keuangan Kemendagri, Agus Fatoni; Rektor Unmul, Prof. Dr Abdunnur.
Kemudian, anggota DPR RI Fraksi PDIP, Rieke Diah Pitaloka; aktivis social politik/salah satu pencetus KPK, Irma Natalia Hutabarat; serta 2 peneliti dari Nagara Institute, Prof. Dr. Satya Arinanto dan Dr. R. Edi Sewandono.
Menariknya, di bawah kepemimpinan Rektor Abdunnur, kampus Gunung Kelua ini, menjadi perguruan tinggi pertama di luar Pulau Jawa yang menjalin kolaborasi strategis dengan Nagara Institute.
Langkah besar ini menandai babak baru bagi Unmul dalam berkontribusi pada diskursus kepemimpinan dan kebijakan publik di level nasional.
Nagara Institute sendiri merupakan lembaga riset dan kajian politik terkemuka yang berada di bawah naungan tokoh nasional sekaligus intelektual publik, Akbar Faizal.
Unmul dipilih menjadi mitra pertama di luar Pulau Jawa karena dinilai memiliki visi yang sejalan dengan Nagara Institute dalam mencetak calon pemimpin masa depan yang berintegritas.
"Ini adalah momentum besar bagi Universitas Mulawarman. Menjadi kampus pertama di luar Jawa yang berkolaborasi dengan Nagara Institute membuktikan bahwa Unmul siap menjadi pusat pemikiran strategis, khususnya dalam mengawal tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas di Indonesia," ungkap Prof. Abdunnur.
Masuknya Unmul dalam lingkaran kolaborasi ini memberikan warna baru, mengingat posisi strategis Kalimantan Timur sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN).
Abdunnur menegaskan, bahwa sinergi ini akan membuka ruang diskusi yang lebih luas bagi sivitas akademika Unmul untuk terlibat aktif dalam penguatan demokrasi dan kepemimpinan nasional.
Dipilihnya Unmul sebagai mitra perdana di luar Jawa juga diapresiasi oleh Akbar Faizal. Menurutnya, Unmul memiliki potensi besar sebagai representasi suara daerah yang harus didengar di panggung nasional.
"Kolaborasi ini diharapkan melahirkan berbagai program riset, seminar, hingga penguatan kapasitas kepemimpinan bagi mahasiswa," tutup Abdunnur.
Sementara itu, Akbar Faizal sebagai podcaster AFU menambahkan, Unmul tidak lagi hanya menjadi penonton dalam kebijakan nasional, melainkan menjadi aktor utama yang menyumbangkan pemikiran-pemikiran segar dari timur Indonesia.
"Kami ingin membawa semangat perbaikan bangsa ini ke seluruh penjuru negeri, dan Universitas Mulawarman adalah gerbang pertama kami di luar Jawa," jelas gagasan Akbar Faisal.
Dalam gagasan yang diusung oleh Akbar Faizal melalui Nagara Institute, kampus diharapkan menjadi laboratorium ide yang mampu membedah problematika bangsa secara objektif.