BPJS Kesehatan menunggak belasan miliar rupiah kepada RSUD Soemarno Sosroatmodjo. (Heri/DiswayKaltara) Bulungan, DiswayKaltim.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dikeluhkan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor. Pasalnya, sudah 5 bulan belum membayarkan iuran kesehatan kepada rumah sakit. Jumlahnya mencapai Rp 15 miliar, membuat RSUD Soemarno Sosroatmodjo kewalahan dalam hal pelayanan."Jadi terhitung sejak Februari hingga Juli belum terbayarkan dari BPJS," ucap Direktur Utama RSUD Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor, Suryatan kepada DiswayKaltara, Jumat (26/7). Dengan keterbatasan anggaran, pihaknya masih terus melakukan pelayanan kepada pasien yang menggunakan BPJS itu bentuk tanggung jawab moril dan nilai kemanusiaan. "Yang menunggak itu ada RP 15 miliar kepada kami. Biar bagaimanapun kami tetap berikan pelayanan," jelasnya. Dirinya sendiri tidak tahu apa yang menyebabkan adanya tunggakan pembayaran iuran kepada rumah sakit. Informasi yang didapatkan, tak hanya di RSUD Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor, namun semua rumah sakit merasakan hal yang sama. Yakni terjadi tunggakan, di mana seluruh Indonesia mengalami defisit anggaran. "Jadi seharusnya tiap bulan ada masuk, tapi ini sudah 5 bulan tak ada yang masuk," bebernya. Adapun tujuan dari iuran itu dibayarkan kepada rumah sakit, agar bisa memperlancar kegiatan operasional rumah sakit. Salah satunya untuk pembayaran jasa dan dokter yang melakukan pelayanan. Dia menegaskan walaupun belum terbayarkan maka pelayanan tak bisa berhenti. "Barangkali untuk tunggakan menjadi nomor sekian. Yang diutamakan pelayanan dulu," ujarnya. Mengetahui keluhan itu, maka BPJS Kesehatan Cabang Tanjung Selor saat dikonfirmasi mengatakan, untuk pembayaran bukan berada di bawah kewenangannya. Melainkan BPJS Kesehatan Tarakan. "Untuk pembayarannya itu kewenangan BPJS Kesehatan Tarakan," ungkap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tanjung Selor Alfonsus. Selama ini pihaknya hanya berkepentingan melakukan verifikasi kepada peserta BPJS. Kemudian untuk keputusannya ada di pusat, sehingga terkait pembayaran rumah sakit kewenanganya ada di Tarakan. "Kami hanya petugas verifikasi setelah itu diteruskan ke BPJS Kesehatan Tarakan," pungkasnya. (*/ady/app)
BPJS Kesehatan Utang Rp 15 M pada RSUD Soemarno Sosroatmodjo
Jumat 26-07-2019,19:14 WIB
Reporter : admin3 diskal
Editor : admin3 diskal
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 05-11-2026,09:30 WIB
Panen 16 Emas Sepatu Roda, Kontingen Paser Puncaki Klasemen Sementara Porprov Kaltim 2026
Kamis 05-11-2026,10:37 WIB
Gerindra Angkat Suara soal Penyadapan Prabowo, Konsolidasi Lintas Partai Disiapkan
Kamis 05-11-2026,15:00 WIB
DPRD Kukar Buka Peluang Pengembangan Kratom, Siapkan Kajian Regulasi dan Perlindungan HKI
Kamis 05-11-2026,12:00 WIB
Listyo Sigit Terancam Hukuman Mati, Kasus Penyadapan Prabowo Mengarah ke Makar
Kamis 05-11-2026,21:52 WIB
Dua Spesialis Pembobol ATM Lintas Provinsi Ditangkap di Balikpapan dan Ciamis
Terkini
Jumat 06-11-2026,05:59 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 6 November 2026, Cek di Sini!
Kamis 05-11-2026,22:15 WIB
Perbup Sewa Lahan Sejak 2022 Bakal Dievaluasi, Kutim Ingin KEK Maloy Lebih Kompetitif
Kamis 05-11-2026,21:52 WIB
Dua Spesialis Pembobol ATM Lintas Provinsi Ditangkap di Balikpapan dan Ciamis
Kamis 05-11-2026,21:05 WIB
Satgas MBG dan Kesehatan Haji Samarinda Bakal Didukung Sistem Pengawasan Digital
Kamis 05-11-2026,20:39 WIB