BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM – Sebanyak 27 anak dari berbagai daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) menjalani operasi celah bibir dan langit-langit secara gratis.
Program operasi gratis ini digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kalimantan Timur bekerja sama dengan RSUD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan.
Program ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini terkendala biaya untuk mendapatkan penanganan medis. Celah bibir dan langit-langit diketahui berdampak pada fungsi makan dan bicara, serta berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak.
Ketua Baznas Kaltim, Ahmad Nabhan, mengatakan kegiatan operasi celah bibir dan langit-langit telah dilaksanakan secara berkelanjutan sejak 2022 dan tahun ini merupakan pelaksanaan keempat, dengan jumlah penerima manfaat yang terus meningkat.
BACA JUGA: Pimpinan Baznas Berau Dilantik, Bupati Berharap Agar Amanah dalam Mengelola Dana Umat
BACA JUGA: Baznas Berau Dorong Kemandirian Mustahik Lewat Bantuan ZCD Z-Motor dan Rumah Layak Huni
"Tahun 2022 sebanyak 20 anak, tahun 2023 sebanyak 40 anak, dan tahun 2024 meningkat menjadi 58 anak. Tahun ini jumlah peserta yang menjalani operasi sebanyak 27 anak," ujar Ahmad Nabhan, Rabu (14/1/2026).
Pada pelaksanaan tahun ini, Baznas Kaltim membuka pendaftaran lebih dari satu bulan dengan target 60 anak.
Namun, dari 29 anak yang mendaftar, dua anak harus menunda operasi karena alasan kesehatan sehingga jumlah peserta yang menjalani tindakan medis menjadi 27 anak.
Anak-anak peserta operasi berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, yakni Balikpapan sebanyak tujuh anak, Paser tujuh anak, Kutai Timur empat anak, Samarinda tiga anak, Kutai Kartanegara dua anak, Penajam Paser Utara dua anak, Berau satu anak, dan Bontang satu anak.
BACA JUGA: Kolaborasi Baznas dan PT Berau Coal Hadirkan Rumah Layak Huni bagi Mustahik
BACA JUGA: Baznas Berau Dorong Kemandirian Mustahik Lewat Bantuan ZCD Z-Motor dan Rumah Layak Huni
Ahmad Nabhan menegaskan bahwa program ini terbuka untuk seluruh anak tanpa memandang latar belakang agama.
"Anak-anak nonmuslim tetap kami layani. Ini murni kegiatan kemanusiaan. Untuk anak muslim menggunakan dana zakat, sementara anak nonmuslim kami biayai dari dana infak," jelasnya.
Seluruh biaya kegiatan, mulai dari tindakan operasi hingga kebutuhan pendukung, ditanggung sepenuhnya oleh Baznas Kaltim.