Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh konteks situasi, jenis bencana, hingga tingkat kerusakan dan dampak sosial yang ditimbulkan.
BACA JUGA:Cokelat Berau Jadi Incaran Dunia, Bupati Sri Minta Optimalisasi Lahan Tidur
“Cara dan gaya yang dipilih oleh kepala pemerintahan tidak selalu sama,” tulis SBY.
Ia turut mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya telah menunjukkan keseriusan dalam menangani bencana di Sumatera, termasuk dengan turun langsung ke lapangan serta memberikan perhatian penuh kepada daerah-daerah terdampak.
Selain itu, pemerintah pusat juga telah mengambil sejumlah kebijakan strategis untuk membangun kembali provinsi-provinsi yang terdampak bencana.
SBY menilai, saat ini perhatian publik seharusnya mulai diarahkan pada proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Tujuannya bukan hanya memulihkan kondisi wilayah terdampak, tetapi juga memastikan daerah tersebut bangkit dengan kualitas kehidupan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.
BACA JUGA:Kaltim Kehilangan Tokoh Panutan: Farid Wadjdy Kenang H. Alung Sosok Hangat dan Merakyat
Ia menyoroti sejumlah faktor kunci agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan optimal, antara lain perumusan konsep yang matang dan realistis, organisasi dan kepemimpinan lapangan yang efektif, implementasi rencana yang konsisten dan terukur, serta akuntabilitas dalam penggunaan anggaran negara.
“Akuntabilitas penggunaan uang negara juga harus dijaga dengan baik,” tegas SBY.
Di akhir pernyataannya, SBY mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mendukung langkah pemerintah dalam membangun kembali wilayah Sumatera pascabencana.
Ia berharap para korban tidak hanya mendapatkan pemulihan jangka pendek, tetapi juga memiliki masa depan yang lebih aman, layak, dan sejahtera.