BANYAK orang yang berasumsi hanya kaum adam lah yang kuat menjadi mahasiswa teknik, namun asumsi tersebut berhasil dipatahkan oleh salah satu perempuan kelahiran Samarinda, 25 Juli 1997 bernama Yulita Taruk Linggi. Akrab dipanggil Lita, perempuan ini berhasil menamatkan pendidikan di jurusan teknik di Universitas Atma Jaya Makassar. Selama masa belajar, bisa dikatakan Ia bukanlah salah satu dari bagian mahasiswa kupu-kupu (Kuliah pulang-kuliah pulang), namun aktif dalam mengikuti organisasi dan himpunan di kampusnya. Tak segan berbagi ceritanya, ternyata Lita pernah menjadi ketua untuk angkatan teknik 2015. Ini menjadi pengalaman yang luar biasa, melihat dari mayoritas mahasiswa teknik didominasi oleh kaum adam. Adapun latar belakang yang menjadikannya sebagai ujung tombak dari kepercayaan satu angkatannya, yaitu keberanian dirinya untuk bersuara dan berani menyuarakan pendapat. “Waktu itu lebih berani untuk melawan stigma tentang senioritas yang ada di kampus, kami memang perlu hormat dengan senior, namun bukan berarti yang junior harus selalu merasa salah,” ujar perempuan alumni SMAN 4 Berau. Bukan hanya itu saja, berupa aspirasi-aspirasi angkatan pun menjadi tanggung jawab untuk mereka coba gapai bersama. Tentu, suka dan duka pasti menjadi cerita yang tidak pernah lepas dalam menjabat suatu posisi. “Sukanya ya, saya bisa dapat kepercayaan teman-teman, tapi tanggung jawabnya jadi lebih berat. Kalau dukanya sih, mungkin kalau ada satu orang yang bermasalah, ya itu juga termasuk tanggung jawab saya,” katanya kepada media ini. Selain disibukkan dengan hari-hari menjadi ketua angkatan, Lita pun aktif dalam kegiatan BEM. Dari organisasi ini, Ia berhasil melangkahkan kakinya menuju Merauke, Papua. Kembali pada tempo waktu itu, Lita menjadi perwakilan untuk membahas perihal penghidupan kembali perkumpulan BEM dari seluruh wilayah timur. Ada beberapa kampus yang seharusnya datang untuk ikut membahas kelangsungan ini. Tapi pembahasan mereka belum selesai dan terpaksa dilanjutkan di Lombok. “Waktu di Lombok itu saya gak bisa ikut, sudah sibuk sama masalah skripsi,” ujarnya. Selesai dari masa kuliah, Lita kembali ke Bumi Batiwakkal untuk menerapkan ilmunya. Melihat persaingan antara banyaknya orang-orang berkompeten yang sama-sama mencari peruntungan, mencari pekerjaan memang tidak segampang membalikkan telapak tangan. Berbicara mencari pekerjaan, ada sedikit hal menggelitik yang baginya ini perlu diceritakan. Tentang permasalahan gender yang menjadi kendala untuk melamar pekerjaan. “Waktu itu pernah ditawarin kerjaan, lalu sekalinya ketemu kontraktor, malah ditolak karena katanya saya perempuan dan kontraktornya lebih memilih menolak saya, daripada manja di tengah-tengah kerjaan. Padahal belum ada pembuktian akan kinerja saya,” tutupnya. (*/RAP/APP)
Berkecimpung di Dunia Teknik
Selasa 18-02-2020,10:28 WIB
Reporter : admin3 diskal
Editor : admin3 diskal
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 25-09-2026,06:00 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 25 September 2026, Cek di Sini!
Kamis 24-09-2026,22:10 WIB
Dukcapil Kutim Dorong Pemanfaatan IKD, Warga Bisa Cek Informasi Bantuan
Kamis 24-09-2026,18:55 WIB
Tenggelam di Sungai Mahakam, Bocah Kelas 3 SD di Samarinda Masih Dalam Pencarian
Kamis 24-09-2026,21:10 WIB
Pengurus ABPEDNAS Kukar Terbentuk, Tunggu Pelantikan untuk Mulai Kemitraan dengan Pemda
Kamis 24-09-2026,20:10 WIB
Kasus Penusukan di Kilometer 4 Balikpapan Direkonstruksi, 20 Adegan Peragakan Kronologi hingga Korban Tewas
Terkini
Jumat 25-09-2026,17:00 WIB
Ingin Mac and Cheese Tinggi Protein? Coba Tambahkan Bahan Ini
Jumat 25-09-2026,16:30 WIB
Hujan Lebat Sempat Guyur Balikpapan, BMKG Sebut Belum Tentu Pertanda Awal Musim Hujan
Jumat 25-09-2026,16:00 WIB
Xi Jinping Siap Stabilkan Hubungan China-AS, Persaingan Perlu Dijaga agar Tetap Sehat
Jumat 25-09-2026,15:30 WIB
Pompa 700 Kilogram Mengapung di Sungai Sangatta, Perumdam Kutim Kejar Operasional Intake
Jumat 25-09-2026,15:00 WIB