Rumah Anggota DPRD Kaltim Sapto Setyo Pramono dikirim karangan bunga berisi tagihan utang. (istimewa) Samarinda, DiswayKaltim.com - Anggota DPRD Kaltim Fraksi Golkar Sapto Setyo Pramono dikirimi dua karangan bunga berisi pesan tagihan utang. Kejadian ini bukanlah hal yang baru. Sebelumnya Sapto juga pernah berahdapan dengan ursuan perdata ini. Sebelum ia mencalonkan diri sebagai caleg DPRD Kaltim tahun lalun. Karangan bunga itu bertuliskan Pak Sapto Anggota DPRD Kaltim yang terhormat. Kapan di bayar Rp 2 miliar. Yang gentle bro. Dari Irma. Reporter Disway meninjau langsung lokasi di Jalan Adam Malik, Perum Citra Griya Blok E Karang Asam Kota Samarinda, Senin (17/02/2020) pagi. Dari pantauan lapangan, kondisi rumah tertutup. Sepi penghuni. Di depan rumah dua karangan bunga terpampang. Satu disandar depan pagar rumah. Sementara satunya diikat di tiang kanopi rumah. Dari inforasi yang dihimpun, karnagan bunga itu sudah ada sejak pagi kemarin. Kediaman tersebut merupakan kediaman Anggota DPRD Kaltim Komisi II itu. "Ada orang yang antar dan langsung menaruh di depan rumahnya," kata tetangga Sapto yang enggan disebutkan namanya. Sapto sendiri diketahui tidak berada dirumah. Rumahnya tampak sepi dan tidak ada orang yang keluar saat media ini mencoba memanggil. Reporter Disway mencoba berusaha mengonfirmasi Sapto melalui sambungan seluer. Nihil. Tak dijawab. Termasuk pesan singkat SMS. Politisi Partai Golkar ini tak merespons. Sementara Irma, yang merupakan nama yang tertulis sebagai penagih pada karangan bunga tersebut juga belum merespon upaya konfirmasi. Diketahui, pada 2 April 2019 lalu, seorang bernama Itamar Nafta Dewi (36) melaporkan Sapto ke Polresta Samarinda. Dalam laporan tersebut, Sapto diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan. Dewi kala itu menjelaskan, dirinya mengalami kerugian setelah meminjamkan uangnya ke yang bersangkutan senilai Rp 2,5 Miliar pada 2016 silam. Peminjaman uang tersebut dilakukan secara bertahap. Yakni pada 22 Oktober 2015 senilai Rp 1,2 Miliar dan 11 Januari 2016 senilai Rp 1,3 Miliar. Sebagai jaminannya, yang bersangkutan memberikan korban cek senilai Rp 1 Miliar lebih. Namun, setelah korbannya hendak mencairkan cek tersebut, nominal yang ada di cek tersebut tidak dapat diuangkan. Awalnya dia ajukan kerja sama, bagi hasil usaha. "Namun sampai sekarang tidak kembali juga uang saya, padahal kita sudah keluar dana banyak," ucap Dewi kala itu. Dari informasi yang diterima media ini, Dewi dan Irma adalah kawan bersama mengkolektifkan dananya untuk dipinjamkan ke Sapto Setyo Pramono. (ar/boy)
Anggota Dewan Ditagih Utang Rp 2,5 Miliar
Senin 17-02-2020,22:30 WIB
Reporter : bayong
Editor : bayong
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 06-11-2026,12:57 WIB
Dorong Gen Z jadi Pengusaha, Ini yang Akan Dilakukan Pemkab Kutim
Jumat 06-11-2026,17:37 WIB
PWI Berau Tembus Posisi Runner-Up Porwada Kaltim IV 2026
Jumat 06-11-2026,14:06 WIB
Pemkot Samarinda Hitung Ulang Kemampuan Fiskal Sebelum Garap Proyek PJU
Jumat 06-11-2026,17:00 WIB
Pemkot Samarinda Dorong Industri Pelayaran Jadi Penggerak Ekonomi Sungai Mahakam
Jumat 06-11-2026,18:30 WIB
Tujuh Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi, Pemkab Kutim Kawal Kesiapan Pengelolaan
Terkini
Sabtu 07-11-2026,11:00 WIB
Waktu Tinggal 1,5 Bulan, Wagub Kaltara Desak Kontraktor Tuntaskan Proyek Pemprov
Sabtu 07-11-2026,10:30 WIB
Masih Dibekap Cedera, Jorge Martin Tampil Kompetitif di Latihan MotoGP Qatar
Sabtu 07-11-2026,10:00 WIB
Dewan Pers Perjuangkan Royalti Berita dari Platform Digital dan AI, Usulkan Skema Hibrid
Sabtu 07-11-2026,09:31 WIB
4 Junior Veda Pratama Siap Tampil Habis-habisan di Seri Terakhir Moto4 Asia 2026 di Qatar
Sabtu 07-11-2026,09:00 WIB