Cola saat berada di Pusat Rehabilitasi COP Kecamatan Kelay. Tanjung Redeb, Disway – Kondisi Cola, orangutan yang dibawa dari Thailand, dan kini menjalani rehabilitasi di Center for Orangutan Protection (COP) yang berada di Kecamatan Kelay, sudah menunjukkan perkembangan. Itu disampaikan salah seorang staf COP, Ramadhani kepada media ini, Kamis (13/2). Menurutnya, bentuk tubuh Cola sudah banyak mengalami kemajuan. Saat ini, yang menjadi fokus pihaknya mengembalikan sifat alami Cola. "Secara fisik, alhamdulillah tidak ada masalah,” ujar Ramadhan. Menurutnya, Cola masih sangat jinak. Untuk mengubahnya, diakuinya butuh waktu. Karena selama di Thailand, cara penanganan Cola berbeda yang dilakukan di COP. "Tugas beratnya ialah membiasakan Cola untuk berperilaku sebagai orangutan alami," ujarnya. Sejak dua bulan terakhir, lanjut Ramadhan, sudah dicari pola makan yang tepat untuk perkembangan Cola. Sebab, Cola masih cenderung pilih-pilih makanan. Sementara di COP, Cola diberi makan buah beraneka ragam sesuai kebutuhan gizinya. Misal, kata Ramadhan, pagi atau sore diberi pisang, kacang panjang, nanas, tebu, dan buah-buahan lain. "Yang dimakan pisang saja. Terpola memakan satu jenis atau 2 jenis saja. Sepertinya, karena kebiasaan makanan selama di Thailand. Namun, kami sudah menemukan ritmenya ketika melakukan evaluasi awal Februari lalu," ungkapnya. Ia juga mengatakan, 7 Januari lalu, juga telah dilakukan pemeriksaan medis terhadap Cola oleh tim Pusat Rehabilitasi Orangutan COP Borneo, dan Balai Karantina Kelas II Tarakan UPT Berau. Pemeriksaan dilakukan mulai dari fisik, dan pengambilan sampel darah untuk mengetahui apakah mengidap HIV, TBC, herpes serta hepatitis A, B dan C. Setelah kurang lebih 2 minggu, hasil laboratorium menyatakan Cola negatif dari semua penyakit tersebut. "Langkah kami sejak pemeriksaan medis tersebut adalah membuat program untuk menaikkan berat badan Cola yang di bawah rata-rata," ujarnya. Pihaknya juga menargetkan awal Maret mendatang, Cola akan coba dipindahkan ke kandang sosialisasi, alias mendekat dengan orangutan lain. Karena saat ini masih berada di kandang karantina. Proses pembentukan karakter dan sifat alami orangutan dilakukan secara bertahap, sesuai kemampuan individu orangutan masing-masing. "Karena masing-masing orangutan tingkat kecerdasannya berbeda,” ujarnya. */ZZA/REY
Sifat Alami Belum Kembali
Jumat 14-02-2020,00:54 WIB
Reporter : admin3 diskal
Editor : admin3 diskal
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 28-07-2026,21:01 WIB
Bupati Kukar Sayangkan Fraksi PDIP Walk Out Saat Penyampaian KUA-PPAS 2027
Selasa 28-07-2026,20:30 WIB
APBD Samarinda Diproyeksi Stagnan, Andi Harun Siapkan Efisiensi Anggaran Berlanjut pada 2027
Selasa 28-07-2026,16:07 WIB
Jelang Masa Pensiun, 250 ASN Kukar Ikuti Sosialisasi Taspen dan Literasi Keuangan
Selasa 28-07-2026,18:30 WIB
Fraksi PDIP Walk Out dari Paripurna KUA-PPAS 2027, DPRD Kukar Pastikan Pembahasan Tetap Berlanjut
Selasa 28-07-2026,22:10 WIB
Pemkab Mahulu Resmi Buka Pusdiklat Paskibra 2026, Bupati Harap Semua Proses Berjalan Lancar
Terkini
Rabu 29-07-2026,14:21 WIB
2.740 Pencari Kerja Ramaikan Berau Job Fair 2026
Rabu 29-07-2026,13:47 WIB
Bangunan Lapak di Samping Jembatan Sungai Kandilo Dibongkar untuk Penertiban Aset Daerah
Rabu 29-07-2026,12:50 WIB
Belajar dari Selat Malaka, Oman Sampaikan Proposal ke Iran untuk Mengelola Bersama Selat Hormuz
Rabu 29-07-2026,12:00 WIB