Selain cabai, minyak goreng juga menjadi perhatian. Ia mengamati bahwa daerah ini mempunyai jutaan hektare perkebunan sawit dan beberapa perusahaan pengolahan minyak sawit mentah (CPO).
"Harusnya kita bisa memastikan harga minyak goreng tetap stabil. Dengan adanya pabrik pengolahan minyak goreng di Bontang dan Balikpapan, maka Kaltim tidak perlu lagi bergantung pada pengapalan dari luar," tegasnya.
Disamping itu, ia menganjurkan kepada OPD terkait mampu melakukan komunikasi yang efektif kepada masyarakat. Sehingga tidak menimbulkan panic buying saat Ramadan dan Idulfitri.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Budi Widihartanto mengungkapkan bahwa inflasi di Kaltim saat ini masih terkendali dan berada di bawah rata-rata nasional.
“Inflasi Kaltim bulan ke bulan sebesar 0,31%, inflasi tahun ke tahun 1,47%, dan inflasi tahun kalender 1,47%. Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang tercatat 0,44% (mtm), 1,57% (yoy), dan 1,57% (tahun kalender),” jelas Budi sapaan akrabnya.
Di waktu yang sama, Pimpinan Wilayah Bulog Kaltim-Kaltara, Mersi Windrayani juga terus memastikan ketersediaan stok beras masih mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
"Persediaan beras kita masih cukup untuk 4 hingga 5 bulan ke depan, Pak Gubernur,” tegas Mersi.
Diketahui, hingga 10 Maret 2025, Bulog memiliki cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 17.293 ton, ditambah stok beras komersial sebanyak 450 ton. Stok gula pasir mencapai 167 ton dan minyak goreng sebanyak 135,3 ton.