Kepala BKSDA Kaltim Sunandar Trigunajasa. (Andrie/Disway) === Balikpapan, Diswaykaltim - Masih menjangkitnya virus corona di beberapa negara di dunia, membuat sejumlah instansi terus meningkatkan kewaspadaan. Tak terkecuali yang dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur. Sejak ramainya pemberitaan mengenai penyebaran wabah virus corona ini, BKSDA langsung mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dari keluar-masuknya hewan di Indonesia umumnya dan Kaltim pada umumnya. Kepala BKSDA Kaltim Sunandar Trigunajasa mengatakan, hewan-hewan yang disebut sebagai cikal bakal munculnya virus yang telah mematikan lebih dari ratusan orang di Wuhan, Tiongkok. Sehingga ia akan mengecek dengan teliti kesehatan hewan yang masuk ke Indonesia atau Kaltim. "Awalnya hewan yang disebut awal virus ini. Maka dari itu hewan yang masuk ke sini (Indonesia/Kaltim) pasti kami cek detail," ujarnya. Meski diakui saat ini belum ditemukan kasus virus corona di Indonesia. Namun langkah pencegahan wajib dilakukan agar wilayah Kaltim tetap aman. "Kami punya jaringan dokter hewan, juga hewan yang keluar dan masuk. Ada surat-suratnya. Ini akan kami periksa lebih dalam lagi dan teliti," jelasnya. Diakui Sunandar, dalam seminggu, di Kaltim terdapat puluhan hingga belasan hewan yang keluar atau masuk dari luar kota bahkan luar negeri. Namun untuk yang tidak terdata, ia tidak dapat memastikan. Saat ini untuk mengantisipasi virus corona, BKSDA telah menyiapkan biosecure atau cairan yang digunakan mensterilkan virus dari hewan yang baru datang. "Wilayah Kaltim dan Kaltara juga kami antisipasi," ujarnya. (bom/hdd)
BKSDA Pantau Hewan yang Masuk ke Kaltim
Minggu 02-02-2020,23:16 WIB
Reporter : Disway Kaltim Group
Editor : Disway Kaltim Group
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 27-05-2026,17:01 WIB
Gratispol Kaltim jadi Temuan BPK, Rp1,5 Miliar Harus Dikembalikan Gara-Gara Ini
Rabu 27-05-2026,15:31 WIB
Bupati Kutim Serahkan Penanganan PROPER Merah 9 Perusahaan ke DLH
Kamis 28-05-2026,05:59 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 28 Mei 2026, Cek di Sini!
Rabu 27-05-2026,21:35 WIB
Dari Kebun ke Konservasi, PAMA Latih Petani Kakao Berau Tingkatkan Kualitas Panen
Terkini
Kamis 28-05-2026,14:04 WIB
Harga TBS Kelapa Sawit di Paser Turun hingga Rp 1.800 Per Kilogram, Penyebabnya Gara-Gara Danantara
Kamis 28-05-2026,13:42 WIB
Promosi Wisata Lewat Videotron Bandara Telan Rp 10,7 Miliar, Disbudpar Berau Mulai Cari Alternatif
Kamis 28-05-2026,13:08 WIB
Pemkab Berau Belum Bisa Pastikan Operasional RSUD Tanjung Redeb, Akui Masih Ada Penyempurnaan
Kamis 28-05-2026,12:47 WIB
Bawa Ekstasi Logo Rolex Senilai Rp 1,19 Miliar, WN Belanda Diringkus Polda Kaltim
Kamis 28-05-2026,12:00 WIB