"Optimalisasi produksi melalui pemboran, kerja ulang, dan perawatan sumur akan menjadi langkah utama untuk meningkatkan lifting migas tahun depan," jelas Azhari.
Adapun sejumlah strategi untuk meningkatkan lifting migas pada tahun 2025 diambil sebagai upaya untuk mengoptimalkan produksi migas di wilayah tersebut.
Lebih lanjut, Azhari Idris menjelaskan bahwa strategi yang disiapkan meliputi percepatan kegiatan eksplorasi, optimalisasi produksi dari lapangan eksisting, dan mengatasi hambatan pada proses operasi produksi migas.
"Kami akan melakukan percepatan kegiatan eksplorasi melalui studi dan survei, serta pengembangan wilayah kerja baru," tutur Azhari.
BACA JUGA:Yurisdiksi Beralih ke Wilayah IKN, SKK Migas Ingin Bahas Delineasi untuk Kaltim
Selain itu, SKK Migas Kalsul juga akan mengoptimalkan produksi dari lapangan eksisting melalui kegiatan pemboran, kerja ulang, dan perawatan sumur.
"Optimalisasi produksi dari lapangan eksisting ini menjadi salah satu fokus utama kami," tambahnya.
SKK Migas Kalsul juga akan mengatasi hambatan pada proses operasi produksi migas dan optimasi fasilitas produksi. Langkah-langkah yang akan dilakukan antara lain yakni Stock, Fuel dan Flare Reduction serta optimasi sumur tua dan sumur idle.
"Kami juga akan melakukan optimalisasi pemeliharaan fasilitas migas terencana, termasuk simultan operation dan alignment shutdown time line dengan buyer," jelas Azhari.
Pemanfaatan teknologi produksi migas untuk optimasi produksi dan pemantauan sumur secara real-time juga menjadi bagian dari strategi ini.
"Ini adalah program all Kalimantan Sulawesi," tegas Azhari.
Wilayah Kalimantan dan Sulawesi memiliki peran vital dalam produksi migas nasional. Berdasarkan data yang dihimpun dari SKK Migas Kalsul, menunjukkan bahwa kontribusi produksi dan lifting minyak mentah dan kondensat (MMK) dari wilayah ini mencapai 12 persen dari total nasional.
Begitu pula dengan produksi dan penyaluran gas, di mana Kalsul menyumbang 25 persen dan 29 persen dari total nasional.
SKK Migas juga akan memprioritaskan pemeliharaan fasilitas migas dan efisiensi operasi.
Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Mathilda Kota Balikpapan saat menyampaikan dukungannya terhadap upaya pemberantasan korupsi di internal Pertamina, Senin (3/3/2025) sore. (Disway/ Chandra)