Berau Diterjang Banjir, Warga Ngaku Sudah Biasa

Kamis 06-02-2025,15:45 WIB
Reporter : Rizal
Editor : Baharunsyah

BERAU, NOMORSATUKALTIM – Sejumlah ruas jalan dan permukiman di Tanjung Redeb, kembali terendam banjir usai dilanda hujan deras, Kamis (6/2/2025) dini hari.

Ruas jalan terendam banjir meliputi Jalur Gatot Subroto, Kelurahan Bedungun, arah masuk Perumahan Berau Indah (BI) Jalan Durian III hingga jalur Bandara Kalimarau.

Hujan deras yang mengguyur sejak subuh menyebabkan ketinggian air 20 hingga 40 sentimeter. Bahkan meningkat hingga mencapai lebih dari satu meter. Rata-rata banjir mengenangi area jalan depan rumah warga. Meski, ada pula sejumlah lokasi yang airnya masuk ke dalam rumah.

Banjir ini sudah sering terjadi di beberapa lokasi tersebut ketika hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Berau.

Hal itu, tentu menjadi pertanyaan masyarakat terkait proyek drainase yang berjalan dimana-mana, namun masih mengakibatkan banjir.

Sumanto, salah satu warga yang rumahnya terdampak banjir, mengungkapkan bahwa meskipun rumah-rumah di sekitar Jalan Kalimarau memiliki pondasi yang tinggi, air tetap merendam hingga sekitar satu meter.

“Mesin cuci dan televisi sempat saya selamatkan, namun keduanya jatuh. Akhirnya, hanya kulkas yang berhasil diselamatkan,” bebernya.

Banjir di kawasan tersebut memang bukan peristiwa yang baru terjadi, namun menurut Sumanto, kejadian kali ini adalah yang terparah. Dirinya pun mempertanyakan kemana pemerintah daerah selama ini.

“Banjir memang biasa terjadi, tetapi tidak separah sekarang. Jarak kejadian banjir kali ini dengan yang sebelumnya, pada November lalu, hanya empat bulan,” ujarnya.

Warga sekitar berharap agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah banjir yang sering terjadi di wilayah mereka, baik dalam bentuk penanggulangan maupun upaya pencegahan.

Mereka menginginkan solusi yang dapat mengurangi dampak banjir di masa depan dan mencegah terulangnya bencana serupa.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Hendra Pranata, mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau sampai saat ini, terus mengintensifkan upaya penanganan banjir melalui pembangunan jaringan drainase yang lebih luas dan terkoneksi.

Dengan anggaran mencapai Rp 415,36 miliar untuk tahun 2024, fokus utama adalah membangun sistem drainase yang terintegrasi di berbagai wilayah rawan banjir.

"Upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengatasi masalah banjir secara menyeluruh. Tahun ini, rencana pembangunan meliputi jaringan sepanjang 18.880 meter," kata Hendra, Kamis (6/2/2025).

Menurutnya, drainase yang terkoneksi memungkinkan aliran air berjalan dengan lancar, sehingga banjir dapat diminimalkan.

Kategori :