Kegiatan siswa salah satu SMK di Kaltara. (humas) TANJUNG SELOR, DISWAY - Sebagai salah satu lembaga pendidikan vokasi yang membentuk, menyiapkan tenaga kerja yang berdaya saing serta terampil, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dituntut dapat memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja yang ada. Tentunya, dengan berbagai kompetensi keahlian atau jurusan yang relevan dan berkualitas. Demikian disampaikan Amat, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di kantornya, beberapa waktu lalu. Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjutnya, SMK juga didorong untuk menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). “Ini bertujuan agar lulusan dari SMK langsung mendapatkan sertifikat keahlian begitu lulus dari sekolah,” ujarnya. Amat menjelaskan, sertifikat kompetensi keahlian ini merupakan bukti atau pengakuan tertulis atas capaian kompetensi pada kualifikasi tertentu. Di mana sertifikat ini diberikan oleh lembaga sertifikasi yang berwenang, dan nantinya bisa digunakan untuk mencari kerja di dunia usaha atau dunia industri. "Pengembangan LSP ini sangat relevan dengan tuntutan dunia kerja. Mengingat akan banyaknya industri yang ke depan akan dibuka di Kaltara,” kata Amat. Dalam dunia kerja, lanjut Amat, ada 3 tingkatan LSP, yakni P1 yang dikeluarkan oleh lembaga pendidikan, kemudian P2 yang dikeluarkan oleh lembaga pelatihan dan P3 yang dikeluarkan oleh industry. Sedangkan untuk tahapan pekerja itu dimulai dari oprator, kemudian tenaga ahli, dan naik lagi menjadi Managerial. “Untuk siswa SMK sendiri, berada pada level operator. Dan bisa naik menjadi tenaga ahli, ketika mengambil kuliah di bidang keahliannya atau setelah mengikuti sertifikasi keahlian,” jelasnya. Untuk diketahui, pada 2019 lalu telah diterbitkan Peraturan Presiden (Perpres) berkaitan dengan struktur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Di mana salah satu poinnya, adalah dibentuknya Direktorat Jenral Pendidikan Vokasi yang khusus menangani tentang terkait vokasi pendidikan kejuruan dan penempatan tenaga kerjanya, serta penyelarasan kejuruan dan industri. “Ini merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam menyiapkan dan mengembangkan pendidikan vokasi. Mengingat inti kekuatan daya saing sebuah bangsa terletak pada sumber daya manusianya.” Imbuh Amat. (*)
Tenaga Kerja Terampil Disiapkan di SMK
Senin 20-01-2020,10:46 WIB
Reporter : admin3 diskal
Editor : admin3 diskal
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 05-11-2026,05:59 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 5 November 2026, Cek di Sini!
Kamis 05-11-2026,10:37 WIB
Gerindra Angkat Suara soal Penyadapan Prabowo, Konsolidasi Lintas Partai Disiapkan
Kamis 05-11-2026,09:30 WIB
Panen 16 Emas Sepatu Roda, Kontingen Paser Puncaki Klasemen Sementara Porprov Kaltim 2026
Kamis 05-11-2026,12:00 WIB
Listyo Sigit Terancam Hukuman Mati, Kasus Penyadapan Prabowo Mengarah ke Makar
Kamis 05-11-2026,15:00 WIB
DPRD Kukar Buka Peluang Pengembangan Kratom, Siapkan Kajian Regulasi dan Perlindungan HKI
Terkini
Kamis 05-11-2026,22:15 WIB
Perbup Sewa Lahan Sejak 2022 Bakal Dievaluasi, Kutim Ingin KEK Maloy Lebih Kompetitif
Kamis 05-11-2026,21:52 WIB
Dua Spesialis Pembobol ATM Lintas Provinsi Ditangkap di Balikpapan dan Ciamis
Kamis 05-11-2026,21:05 WIB
Satgas MBG dan Kesehatan Haji Samarinda Bakal Didukung Sistem Pengawasan Digital
Kamis 05-11-2026,20:39 WIB
Jelang MTQ ke 46 Kaltim di Kukar, Sekda Kukar Ungkap Satu Venue Tidak Disetujui
Kamis 05-11-2026,20:13 WIB