BERANGKAT dari keinginan hati untuk melestarikan kebudayaan. Dengan, menari, menurut Marwah, erat kaitannya dengan kebudayaan suatu daerah dan turut andil melestarikan. Gadis kelahiran Berau, 26 Agustus 2000 ini, merupakan penari dari sanggar tari Ilun Luwai. Meski dari suku Bugis, Ia tidak memandang asal usulnya, untuk peduli tentang kebudayaan daerah lain. Marwah saat ini menguasai banyak jenis tarian. Seperti, tarian suku Dayak, Bugis, Japin dan Daling. Dari mayoritas tarian yang dikuasainya, kebanyakan berasal dari Kabupaten Berau. “Tidak penting saya berasal dari mana, selagi saya peduli kenapa harus dipermasalahkan,”katanya kepada DiswayBerau. Dirinya mulai menyukai seni tari sejak duduk di bangku SMP. Awalnya, Marwah hanya mengetahui tentang modern dance. Semenjak dirinya bergabung dengan ekstrakurikuler tari, dirinya mulai mengenal tentang kebudayaan dan ragam tari yang dimiliki oleh Bumi Batiwakkal. Diakuinya, mulai menekuni tari tradisional saat duduk kelas 10 SMA. Dan itulah awal dirinya mulai menyukai tarian tradisional. “Dari situlah saya lebih menyukai dan ingin mendalami soal seni,”ujarnya. Marwah merupakan salah seorang penyumbang ide kreatif atas terbentuknya sanggar seni Ilau Luwai. Saat itu dirinya mencoba untuk berkomunikasi dengan Julita dan menyarankan untuk membuka sanggar tari. “Di sanggar tari itu, salah satu tarian khas yaitu tarian Dayak,”tuturnya. Selama dirinya bergabung dengan sanggar tari itu, Ia sering mengikuti perlombaan. Dari lomba tari tingkat daerah hingga tingkat provinsi. Pada pagelaran lomba tari yang di selenggarakan di Busak Malur, Ia mendapatkan juara 2. Dari kegiatan tersebut, Ia mulai memperkenalkan sanggar tari Ilun Luwai. Menjadi seorang penari memang memiliki banyak suka dan duka. Hal itu juga sering dirasakannya, seperti kaki yang terkadang terkilir saat menari sampai mental yang di uji oleh pelatih. “Saya menganggap itu adalah takdir, dan saya mensyukurinya,”ungkapnya. Diakuinya, juga sering mengisi acara di pernikahan kampung Bena Baru dan Merasa. Walaupun tak memiliki darah Dayak, Ia pun sering terlibat dalam acara adat. “Saya juga sering diminta untuk tampil dalam kegiatan adat masyarakat dayak bersama dengan sanggar tari Ilun Luwai,”pungkasnya. (*/fst/APP)
Lestarikan Budaya lewat Tari
Selasa 17-12-2019,14:18 WIB
Reporter : admin3 diskal
Editor : admin3 diskal
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 23-09-2026,22:00 WIB
Update Klasemen Medali Asian Games 2026: Belum Raih Emas, Indonesia Peringkat ke-23
Rabu 23-09-2026,17:00 WIB
KONI Tetapkan 1.072 Nomor Tanding dari 64 Cabor akan Dipertandingkan pada Porprov Kaltim 2026
Rabu 23-09-2026,19:00 WIB
Sembunyikan Sabu di Dalam Es Kelapa untuk Tahanan, Pengunjung Lapas Tenggarong Diamankan
Rabu 23-09-2026,22:40 WIB
Istri Jurnalis Hilang di Selat Sunda Berharap Pencarian Dilakukan Usai Jenazah ABK Ditemukan
Kamis 24-09-2026,05:59 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 24 September 2026, Cek di Sini!
Terkini
Kamis 24-09-2026,12:00 WIB
SK Manajer Kopdes Merah Putih Akhirnya Terbit, Apakah Berstatus Pegawai BUMN?
Kamis 24-09-2026,11:07 WIB
Truk Diduga Rem Blong di Turunan Rapak dan Tabrak Pemotor, Satu Orang Dilarikan ke RS
Kamis 24-09-2026,10:32 WIB
Ditarget Program Pendidikan Gratis, Menkeu Bongkar Ulang Anggaran Pendidikan 2027
Kamis 24-09-2026,10:05 WIB
Pemkab PPU Bersiap Alihkan IPLT Buluminung ke PUPR, Target Perluas Pelayanan
Kamis 24-09-2026,09:33 WIB