Salah satu contoh uang elektronik diperlihatkan oleh pegawai bank swasta di Kaltim. (Mubin/Disway Kaltim) Samarinda, DiswayKaltim.com – Uang elektronik telah memasuki pasar daerah. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim dalam beberapa tahun terakhir telah memperkenalkan alat transaksi jual beli terbaru tersebut. Teranyar, uang elektronik akan digunakan untuk pembayaran tol Balikpapan-Samarinda. Yang diperkirakan beroperasi di akhir 2019. Memang uang elektronik atau e-money memiliki beragam keunggulan. Di antaranya lebih praktis, transaksi lebih akurat, transaksi lebih cepat, dan meminimalisasi peredaran uang palsu. Kepala Divisi Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan, dan Administrasi Kantor Wilayah BI Perwakilan Kaltim Yudhistira mengatakan, penggunaan uang elektronik tergolong wajar di era milenial. Hal ini dipengaruhi perkembangan dunia bisnis yang semakin beragam serta perekonomian daerah dan nasional yang semakin kompleks. Ia menjelaskan, uang elektronik berbentuk kartu. Bukan lagi uang secara konvensional. Namun tetap proses pengisiannya dari uang yang acap digunakan sehari-hari. “Nilai uang itu diubah dalam bentuk elektronik. Ini bukan simpanan atau tabungan. Karena tidak berbunga,” ungkap Yudhistira kepada awak media di Kantor Perwakilan BI Kaltim yang berlokasi di Jalan Gajah Mada Samarinda, Rabu (11/12/2019) sore. Uang elektronik tersedia di nyaris seluruh bank di Indonesia. Ada pula lembaga non perbankan yang menyediakan e-money. Terdapat dua jenis uang elektronik: unregister dan register. Yang pertama jumlah maksimalnya Rp 2 juta. Sementara yang kedua berjumlah maksimal Rp 10 juta. “Yang register memiliki fitur transfer dan tarik tunai. Sedangkan yang unregister tidak memiliki keduanya,” jelas Yudhistira. Wakil Kepala Bagian Retail and Payment BRI Kalimantan Herry Setiawan menyebut, uang elektronik dapat mengurangi peredaran uang di masyarakat. “Kalau disimpan dalam bentuk uang, risikonya ada. Kalau misalnya di dompet bawa kartu aja, risikonya semakin berkurang,” katanya. Sementara dari segi perekonomian, uang elektronik dapat membantu program pemerintah. Artinya, penyedia uang elektronik tidak semata bermotif bisnis. “Jadi saya tekankan, BRI mengeluarkan uang ini bukan semata-mata untuk kepentingan bisnis. Ini juga mendukung pemerintah dalam cashless society,” ucapnya. (qn/eny)
Uang Elektronik akan Rajai Tranksasi di Bumi Etam
Rabu 11-12-2019,20:10 WIB
Reporter : Benny
Editor : Benny
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 28-02-2026,15:57 WIB
Harga Cabai Rawit Tembus Rp120 Ribu, Disdag Samarinda Siapkan Pasar Murah Jelang Lebaran
Sabtu 28-02-2026,11:02 WIB
Harga Emas Hari Ini, 28 Februari 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Rp3 Jutaan per Gram
Sabtu 28-02-2026,21:57 WIB
Mudik Gratis Kemenhub 2026 Dibuka Mulai 1 Maret, Cek di Sini Panduan dan Jadwal Keberangkatan
Sabtu 28-02-2026,18:28 WIB
2 SPBN di Paser Belum Menjangkau Kebutuhan 3.000 Nelayan
Sabtu 28-02-2026,22:22 WIB
Rata-Rata 200 Pegawai di Balikpapan Pensiun per Tahun, Pemkot Hitung Ulang Kekuatan ASN
Terkini
Minggu 01-03-2026,09:17 WIB
Likuiditas Rp2.506 Triliun Belum Mengalir ke Sektor Riil, Bank Indonesia Optimis Ekonomi 2026 Tumbuh Pesat
Minggu 01-03-2026,08:36 WIB
Upaya Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer
Minggu 01-03-2026,07:25 WIB
Dari Warung Koffie Batavia ke Gerobak Tepi Kilang, Tava Bertahan 2 Tahun di Kampung Baru
Minggu 01-03-2026,06:40 WIB
Gunung S Nyuatan, Surga Tersembunyi di Tanah Kutai Barat
Minggu 01-03-2026,06:05 WIB