TANJUNG SELOR, DISWAY - Penurunan angka kemiskinan tetap menjadi prioritas Pemprov Kaltara. Pada 2020, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kaltara 2016-2021, tingkat kemiskinan ditarget 5,84 persen. Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie mengatakan, menilik pada target tersebut, maka Pemprov Kaltara terus berupaya melaksanakan berbagai program untuk menurunkan angka kemiskinan di Kaltara, dari tahun ke tahun. Melalui berbagai program yang dijalankan, Gubernur optimis target angka kemiskinan 5,84 persen di tahu 2020 akan bisa dicapai. “Berkaitan dengan prioritas nasional pembangunan manusia dan pengentasan kemiskinan, arah kebijakan yang diambil Pemprov Kaltara, salah satunya percepatan penanggulangan kemiskinan dan kemandirian penyandang masalah kesejahteraan sosial,” tutur Gubernur. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) RI dalam rilis data dan informasi kemiskinan kabupaten/kota tahun 2019 tertanggal 10 Desember 2019 menyebutkan bahwa pada tahun ini, persentase kemiskinan Kaltara mencapai 6,63 persen atau sebanyak 48,78 ribu orang. “Data ini, menurun dibanding persentase kemiskinan Kaltara tahun lalu sebesar 7,09 persen. Juga dengan tahun 2017, yang mencapai 7,22 persen,” jelas Irianto. Sementara program untuk pengentasan kemiskinan sendiri, dilakukan beriringan dengan pemerintah pusat. Di antaranya melalui pendekatan dengan memperhatikan kearifan lokal yang meliputi perdesaan, perkotaan, pesisir dan pulau-pulau kecil, tertinggal atau terpencil hingga di wilayah perbatasan antar negara. “Banyak program untuk meminimalisir kemiskinan penduduk di Kaltara. Tidak hanya dari Dinsos, program pemerintah daerah dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lainnya di pemerintahan juga banyak,” katanya. Disebutkan, program prioritas pemerintah, khususnya melalui dinas sosial dalam upaya penanganan fakir miskin di Kaltara, meliputi bantuan beras sejahtera (rastra), bantuan pangan non tunai (BPNT), program keluarga harapan (PKH), bantuan usaha ekonomi produktif bagi kelompok usaha bersama (UEP KUBE). Kemudian ada Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang termuat di dalam penerima bantuan iuran (PBI) bagi masyarakat kurang mampu, dan lainnya. Kemudian melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) ada program rehab rumah warga kurang mampu. Ada juga bantuan sanitasi warga. “Tak hanya itu, dari Dinas Kesehatan juga ada program bantuan iuran BPJS Kesehatan, pengobatan gratis, hingga jemput pasien miskin. Semua ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam upaya kita mengentaskan kemiskinan di Kaltara,” imbuhnya. (hms)
Kemiskinan Ditarget Turun Tahun Depan
Rabu 11-12-2019,13:07 WIB
Reporter : admin3 diskal
Editor : admin3 diskal
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 06-11-2026,05:59 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 6 November 2026, Cek di Sini!
Jumat 06-11-2026,07:00 WIB
Underpass Kedua di Rantau Pulung Resmi Beroperasi, Pisahkan Jalur Tambang dan Masyarakat
Jumat 06-11-2026,08:30 WIB
Pascakebakaran Pasar SAD Berau, Food Court Lantai 2 Disiapkan Jadi Lapak Sementara
Jumat 06-11-2026,10:20 WIB
Dana Kurang Salur Pengaruhi Arus Kas Pemkot Samarinda, Sekda: Hak Pegawai Dibayar Bertahap
Jumat 06-11-2026,08:00 WIB
Kontingen Mahulu Resmi Dilepas Menuju Porprov Kaltim VIII di Paser
Terkini
Jumat 06-11-2026,23:08 WIB
Rakernas SPS 2026 Desak Pemerintah Bijak Pangkas DBH dan TKD
Jumat 06-11-2026,22:51 WIB
Sampaikan Tata Kelola Kota Samarinda, Andi Harun Dapat Pujian Pengurus SPS saat Jamuan Makan Malam
Jumat 06-11-2026,22:30 WIB
CIO Danantara Pandu Sjahrir Didesak Mundur, Kepemilikan Saham Jadi Sorotan karena Rawan Konflik Kepentingan
Jumat 06-11-2026,22:00 WIB
Pemkab Kukar Pangkas Belanja Perjalanan Dinas hingga 50 Persen, Efisiensi Mengacu Permendagri
Jumat 06-11-2026,21:00 WIB