Budiamin. (Mubin/Disway Kaltim) Samarinda, DiswayKaltim.com – Ponton dan kapal pengangkut batu bara kerap menabrak Jembatan Mahakam. Sejak 2006, sudah 16 kali jembatan penghubung Samarinda Kota dan Samarinda Seberang itu ditabrak pengangkut emas hitam. Kepala Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) XII Budiamin mengatakan, banyak penabrak jembatan yang tidak mau bertanggung jawab. Alasannya, penabrakan dilakukan di malam hari. “Sehingga tidak tahu siapa yang melakukan itu. Tapi kita tahu ada kejadian (penabrakan jembatan, red.),” jelasnya kepada awak media, Senin (9/12/2019) siang. Kata Budi, pasca penabrakan jembatan, terdapat sebagian perusahaan yang mau memperbaiki jembatan tersebut. Dua kali penabrakan terakhir, lanjut Budi, dipertanggungjawabkan oleh perusahaan yang menggunakan jasa ponton yang menabrak Jembatan Mahakam. “Itu terdeteksi kejadiannya. Mereka bertanggung jawab. Bahkan kontraktornya sudah ditunjuk untuk memperbaiki kerusakan itu,” bebernya. Besaran biaya perbaikan jembatan ditentukan oleh BPJN XII. Begitu pula penentuan bagian-bagian kerusakan pasca jembatan ditabrak. Ia mengungkapkan, belum lama ini BPJN XII memasang CCTV. Untuk mendeteksi ponton atau kapal yang menabrak Jembatan Mahakam. “Otomatis begitu ada kejadian, tim ahli langsung turun ke lapangan. Melihat kerusakan dan jenis penanganan yang harus dilakukan,” katanya. Akibat penabrakan berkali-kali tersebut, Jembatan Mahakam tergolong jembatan yang “berpenyakit” stadium tiga. Artinya, jembatan telah mengalami penurunan struktur. Langkah yang mesti diambil yakni perbaikan secara berkala. Sementara pada stadium akhir atau stadium empat, struktur jembatan mesti ditingkatkan. Pada tahap ini, semua aktivitas di jembatan tersebut harus dihentikan total. Kerusakan di beberapa bagian Jembatan Mahakam, kata Budi, tidak hanya disebabkan penabrakan ponton. Umur jembatan juga mempengaruhi jenis “penyakit yang diderita” jembatan tersebut. “Umurnya sudah 33 tahun. Maka seharusnya sudah dilakukan perbaikan berkala. Kalau perbaikan berkala, harus secara keseluruhan. Makanya harus ditutup dulu,” ungkapnya. (qn/eny)
“Penyakit” Jembatan Mahakam Masuk Stadium Tiga
Senin 09-12-2019,19:42 WIB
Reporter : Benny
Editor : Benny
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 22-07-2026,06:00 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 22 Juli 2026, Cek di Sini!
Rabu 22-07-2026,09:01 WIB
Fabio Quartararo Resmi Gabung Honda, Tinggalkan Yamaha Mulai MotoGP 2027
Rabu 22-07-2026,07:01 WIB
Lampu Padam karena Vandalisme, Pemprov Kaltim Tambah Pengamanan Jembatan Mahulu
Rabu 22-07-2026,10:01 WIB
Nanik S Deyang Mundur sebagai Kepala BGN, Belum Genap 2 Bulan Menjabat
Rabu 22-07-2026,07:59 WIB
Disdag Buka Peluang EO Gelar Event di Pasar Pagi Samarinda
Terkini
Rabu 22-07-2026,22:50 WIB
Lembaga Universitas RI Disiapkan untuk Cetak Calon Pemimpin, Donny Ermawan sebagai Gubernurnya
Rabu 22-07-2026,22:20 WIB
Dorong Efisiensi Pelayanan Masyarakat Lewat Digitalisasi PKK dan Posyandu
Rabu 22-07-2026,21:45 WIB
Pemkab Mahulu Mulai Susun Kebijakan Pengelolaan Sampah
Rabu 22-07-2026,21:10 WIB
Usai Dilantik sebagai Kepala BGN, Sudaryono Pasang Target Bersih-Bersih Internal
Rabu 22-07-2026,20:40 WIB