BPS: Garis Kemiskinan Naik 2,78 Persen

Senin 17-07-2023,21:34 WIB
Reporter : Rudi Agung
Editor : Rudi Agung

Nomorsatukaltim.com - Badan Pusat Statistik  mencatat garis kemiskinan pada Maret 2023 sebesar Rp 550.458 per kapita per bulan. Nilai ini naik 2,78 persen bila dibandingkan September 2022 yang sebesar Rp 535.547 per kapita per bulan dan naik 8,90 persen terhadap Maret 2022 yang sebesar Rp 505.469 per kapita per bulan. “Perkembangan garis kemiskinan, yang menjadi dasar penentuan status miskin dari penduduk, pada Maret 2023 ini sebesar Rp550.548,” ujar Sekretaris Utama BPS Atqo Mardiyanto, melalui Rilis BPS yang dipantau secara daring, Senin (17/7/2023). BPS mencatat garis kemiskinan di wilayah perkotaan lebih tinggi dibanding pedesaan, dengan nilai masing-masing sebesar Rp 569.299 dan Rp 525.050 per kapita per bulan. Garis kemiskinan perkotaan meningkat sebesar 3,07 persen bila dibanding September 2022. Adapun garis kemiskinan pedesaan turut naik sebesar 2,32 persen. Atqo menjelaskan, distribusi garis kemiskinan pada Maret 2023 didominasi komponen makanan sebesar 74,21 persen. Sedangkan 25,79 persen lainnya berasal dari komponen bukan makanan. “Berdasarkan komponen pembentuknya, peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan,” jelas Atqo. Di Maret 2023, komoditas makanan yang memberi sumbangan terbesar pada garis kemiskinan, di perkotaan dan perdesaan, pada umumnya hampir sama. Beras masih memberi sumbangan terbesar, yakni sebesar 19,35 persen di perkotaan dan 23,73 persen di perdesaan. Rokok kretek filter memberi sumbangan terbesar kedua terhadap garis kemiskinan, yaitu 12,14 persen di perkotaan dan 11,34 persen di perdesaan. Komoditas lainnya daging ayam ras sebesar 4,53 persen di perkotaan dan 2,93 persen di perdesaan, telur ayam ras 4,22 persen di perkotaan dan 3,34 persen di perdesaan, mie instan 2,56 persen di perkotaan dan 2,24 persen di perdesaan, serta gula pasir 1,69 persen di perkotaan dan 2,35 persen di perdesaan. Komoditas bukan makanan yang memberi sumbangan terbesar perumahan sebesar 8,81 persen di perkotaan dan 8,38 persen di perdesaan, bensin 3,96 persen di perkotaan dan 3,78 persen di perdesaan, dan listrik 3,10 persen di perkotaan dan 1,78 persen di perdesaan. (*/ BPS)

Tags :
Kategori :

Terkait