Air Sungai Segah kian terlihat hijau karena tingkat pencemaran pupuk, Selasa (19/11) (FERY SETIAWAN) TANJUNG REDEB, DISWAY - Sudah dua pekan perubahan kondisi air Sungai Segah terjadi, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, belum juga mengeluarkan keterangan resmi, penyebab perubahan ini kembali terjadi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sujadi mengaku, hingga kini belum mengirimkan sampel air untuk dilakukan uji laboratorium. “Sampel air memang belum dikirim, minggu ini mungkin baru kami kirim,” ungkap Sujadi di ruang kerjanya, Selasa (19/11). Saat ditanyai kemana akan dikirim sampel air tersebut diuji, Sujadi enggan memberikan penjelasan. Dia berasalan, jika lokasi laboratorium yang akan menjadi penelitian air Sungai Segah diumumkan ke publik, akan rawan terjadi sabotase oleh pihak-pihak yang keberatan dengan rencana DLHK tersebut. “Bisa uji lab di Samarinda, bisa juga di tempat lain. Tidak boleh dikasih tahu tempatnya, karena bahaya,” tegasnya. Namun Suajadi, mengaku telah mengatongi hasil penelusuran tim yang dibentuk, di mana dari hasil penelusuran itu memang benar fenomena ini akibat dari pupuk perusahaan perkebunan yang ada di sepanjang Sungai Segah. Hanya saja belum berani menyebut perusahaan mana yang melakukan pencemaran. “Hasil sudah ada, tapi biar Pak Bupati yang sampaikan, jangan saya,” pungkasnya. Sementara itu, Bupati Berau Muharram mengaku, telah menerima laporan DLHK, dari hasil laporan itu telah memutuskan untuk memberhentikan sementara aktivitas dua perusahaan perkebunan kelapa sawit yang menjadi pemicu fenomena air Sungai Segah menghijau. Adapun aktivitas yang dihentikan itu ialah pemupukan yang tidak ramah lingkungan dan juga pengolahan limbah dilarang langsung dibuang ke sungai. Sebab, selama ini ada kesalahan pengolahan limbah pupuk yang langsung dibuang ke sungai. “Selama ini perusahaan sawit melakukan pemupukan saat kemarau, kemudian saat hujan sisa-sisa pupuk ini larut terbawa air keparit dan lari ke Sungai Segah. Bahkan informasinya ada sisa-sisa pupuk yang sengaja dibuang ke parit oleh karyawan,” jelasnya. Selain itu, Muharram juga meminta pihak perusahaan yang menjadi dalang pencemaran Sungai Segah untuk melakukan pembenahan pengelolaan limbah pupuk dengan menyediakan penampungan khusus. Air yang mengalir dari parit-parit perkebunan akan dialirkan ke kolam penampungan terlebih dahulu, sebelum akhirnya dibuang ke sungai. “Setelah tidak ada kandungan logam berat, tingkat keasaman normal, baru boleh dialirkan ke sungai,” ungkapnya. Meski telah mengetahui asal muasal perubahan sungai segah menjadi hijau, Muharram meminta warga untuk tetap menunggu hasil uji laboratorium yang akan dilakukan DLHK. “Untuk semakin memperkuat hasil temuan ini butuh uji laboratorium, nah ini akan Pemkab lakukan. Jadi warga harap bersabar,” tandasnya.(*/zuh/app)
Aktivitas Dua Perusahaan Sawit Distop
Rabu 20-11-2019,13:19 WIB
Reporter : admin3 diskal
Editor : admin3 diskal
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 18-03-2026,15:32 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Kutim Lesu, Pengamat Ingatkan Jangan Bergantung SDA
Rabu 18-03-2026,12:59 WIB
Momentum Mudik Lebaran 2026, Extra Flight di Bandara SAMS Sepinggan Habis Terjual
Rabu 18-03-2026,07:00 WIB
Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Pemkab Berau Gelar Pangan Murah hingga Operasi LPG
Rabu 18-03-2026,12:18 WIB
Dua Hal Ini jadi Atensi Pengamanan Polda Kaltim: Rumah Kosong dan Tempat Ramai
Rabu 18-03-2026,09:00 WIB
MK Nyatakan Hak Pensiun DPR Inkonstitusional, Baleg Kaji Perubahan UU
Terkini
Kamis 19-03-2026,06:00 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 19 Maret 2026, Waspada Hujan Petir!
Rabu 18-03-2026,22:56 WIB
Curi Buah Sawit Milik Perusahaan, 2 Pria di Samboja Kukar Ditangkap Polisi
Rabu 18-03-2026,22:03 WIB
Polres Kutai Barat Gandeng Media dan Purnawirawan, Mitra Strategis Dukung Tugas Kepolisian
Rabu 18-03-2026,21:30 WIB
Pemkab Mahulu Tempatkan Infrastruktur dan Pembangunan SDM sebagai Program Prioritas Daerah
Rabu 18-03-2026,21:00 WIB