Faktor Analisis Terjadinya Stunting Oleh: Dr.dr.H.Jaya Mualimin, SpKJ, MKes, MARS -- Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Tumbuh kembang makhluk hidup terutama manusia, diawali dari konsepsi proses fertilisasi ovum sperma bertemu dan menyatu menjadi zigot yang tertanam. Kemudian, berkembang menjadi janin dan lahir menjadi balita. Proses pertumbuhan menjadi manusia mini (janin) ini akan dipengaruhi oleh faktor ibu dan janin itu sendiri. Pertumbuhan janin adalah bertambahnya sel, tulang dan organ - organ melalui proses metabolisme dan katabolisme protein, karbohidrat, lemak, serta mikronutrisi lain. Menariknya, proses metabolisme terjadi secara optimal pada kondisi istirahat dalam tidurnya pada fase Non-REM/NREM. Tidur dan bangun adalah siklus alamiah makhluk hidup. Istilah ilmiah metabolisme dan katabolisme, proses menghasilkan energi dan menggunakan energi. Proses metabolisme protein, karbohidrat dan lemak kemudian diurai lagi menjadi energi/tenaga untuk beraktifitas sehari-hari. Siklus metabolismse terjadi sepanjang hayat. Sehingga, makhluk hidup tumbuh kembang secara optimal dan alami. Baik secara fisik, psikis dan sosial di lingkungannya. Adapun pertumbuhan sel, tulang dan organ sangat penting dihasilkan oleh proses pembentukan protein sebagai sumber penting dapat mengubah perilaku, ciri - karakteristik makhluk hidup. Karena asam amino yang diproduksi dapat mengkode rantai DNA, melalui mRNA. Proses sintesis protein ini terjadi menghasilkan sel-sel baru sebagai proses adaptasi lingkungan/epigenetik. Tidak terbayangkan bila dalam sintesis ini menghasilkan kode-kode salah/keliru. Maka rantai DNA terjadi kesalahan menerjemahkan kode DNA sehingga terjadi mutasi gen. Beberapa penyakit baik penyakit metabolik, kanker/keganasan, infeksi maupun perilaku/kepribadian dapat muncul. Dalam proses metabolisme janin yang tidak optimal juga dapat menyebabkan pertumbuhan badan janin buruk. Sehingga berat badan lahir rendah (BBLR) dan panjang badan kurang dari 48 cm atau sering disebut stunting. Kecukupan istirahat, tidur yang cukup pada ibu hamil, akan memberikan faktor pendukung baik proses metabolisme janin. Sehingga tumbuh dan berkembang dengan optimal. Satu gelombang siklik tidur adalah jaga-> REM-> NREM ->N1-> N2-> N3-> REM, dalam satu siklus sempurna antara 90-110 menit. Rata-rata kita memerlukan 4 kali siklus dalam fase istirahat (metabolisme) per-hari. Bila kita hitung rata-rata 100×4= 400/60= 6,7 jam atau rata 6-8 jam per hari. Tidur merupakan periode sangat penting bagi makhluk hidup dan khususnya pada manusia. Regulasi semua sistem kehidupan fisik dan psikis ini berjalan dalam fase tidur. Termasuk irama ritmis alami bekerja 24 jam yaitu sistem jam biologi yang sering disebut “Syrcardian rytme” jam otomatis yang ada dalam tubuh. Bila terjadi disregulasi, maka timbul gangguan tidur atau disebut insomnia. Sebagai gejala awal, secara mekanik yang sering disebut Jet Leg. Regulasi tidur ini sempurna dan lengkap yang mengatur mulai dari respon terang-gelap cahaya, pengaturan berbagai hormon-hormon pertumbuhan yang bekerja dalam metabolisme sel. Regulasi sadar- sub-sadar sampai a-sadar, melalui fase REM, N-REM, fase tidur ini juga secara otomatis memutus rantai rasio-egosentrik (neo-corteks pusat berpikir) pada hewan neo-corteks tidak berkembang. Fase tidur yang perlu dicermati adalah Non-REM/NREM, karena fase tidur ini sangat erat kaitanya dengan tumbuh kembang sel. Fase NREM dominan pada janin dan berangsur tidak dominan seiring tambah usia. Rata-rata janin NREM 90 persen dari fase tidurnya. Seribu hari pertama kehidupan menjadi faktor penting pertumbuhan. Maka dipastikan janin selama 280 hari ditambah 730 hari masa balita (=1000 HPK) perlu suasana lingkungan kondusif. Bila ibu mengalami kecemasan dan ketakutan, dapat menyebabkan tidak bisa istirahat baik dan tidak bisa tidur nyenyak atau insomnia. Kondisi tersebut bisa terjadi pada janin sehingga pertumbuhan tidak bagus/tidak sesuai harapan. Stunting sangat mungkin dimulai di sini pada proses sintesa protein, maka pembentukan sel tulang dan organ tidak optimal. Demikian pula perkembangan psikis, mental dan sosial janin dan anak terganggu sehingga penyakit-penyakit kejiwaan sangat sangat mungkin terjadi dengan faktor lingkungan, faktor problem kehidupan pada setiap fase kritisnya tidak terlewati baik, serta faktor risiko lain akan menambah dan berpengaruh negatif dalam kehidupan selanjutnya. Demikianlah analisis kondisi tidur pada anak yang cukup akan meningkatkan tumbuh kembang yang baik sehingga kejadian stunting bisa dicegah. (*/ADV/Kominfo Kaltim)
Kondisi Tidur pada Anak terhadap Tumbuh Kembang
Sabtu 15-04-2023,21:37 WIB
Reporter : Y Samuel Laurens
Editor : Y Samuel Laurens
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 17-07-2026,06:00 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 17 Juli 2026, Cek di Sini!
Kamis 16-07-2026,22:06 WIB
Diminta Maksimalkan Serapan Anggaran, Bupati Harap Wujud Pembangunan Benar-benar Dirasakan Masyarakat
Kamis 16-07-2026,21:31 WIB
Asik! Kemas Paket Final Nobar Piala Dunia 2026 Plus City View Hanya di Grand Verona Hotel Samarinda
Jumat 17-07-2026,07:00 WIB
Pekan Pertama Sekolah, Penjualan Seragam Tetap Tinggi di Tengah Program Seragam Gratis
Kamis 16-07-2026,21:01 WIB
Atasi Kekurangan Guru, Disdikbud Paser Ajukan 250 PJLP Tenaga Pengajar Tahun Ini
Terkini
Jumat 17-07-2026,19:44 WIB
Menolak Warisan Ketakutan: Hari Pertama Sekolah Harus Menjadi Dekapan, Bukan Ancaman
Jumat 17-07-2026,19:04 WIB
Tekuni Taekwondo sejak SD, Bripda Hilmi Bawa Pulang Tiga Medali Sekaligus dari Kapolri Cup VII
Jumat 17-07-2026,18:36 WIB
Jadwal Kongres Asprov PSSI Kaltim Masih Tunggu Arahan Pengurus Pusat
Jumat 17-07-2026,17:30 WIB
Dua Pelaku Pengeroyokan Pengendara Motor di Jalan Anggur Akhirnya Berdamai dengan Korban
Jumat 17-07-2026,16:36 WIB