Nelayan di pesisir selatan masih membutuhkan bantuan alat tangkap ikan, guna meningkatkan hasil tangkapan.( FERY SETIAWAN) BIDUKBIDUK, DISWAY – Nelayan di pesisir selatan Bumi Batiwakkal menunggu bantuan sarana dan prasarana untuk meningkatkan perekonomian. Kepala Bidang Penangkapan dan Pelayanan Usaha, Jen Mohammad menuturkan Kelompok Usaha Bersama (KUB) telah berjalan dan manfaat bantuan pemerintah terkait pemberian bantuan sudah dirasakan. “Bantuan tersebut berupa kapal dan alat tangkap,”katanya kepada Diswayberau, Rabu(13/11). Jen juga mengatakan, bahwa nelayan kembali memohon bantuan terhadap pengadaan unit dan alat tangkap yang lebih besar. “Berdasarkan ketentuan mereka harus memiliki badan hukum berupa koperasi,”ujarnya. Lanjutnya, regulasi pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) oleh koperasi atau dikelola oleh Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), diharapkan segera bisa rampung Jen mendukung TPI dikelola kembali oleh koperasi perikanan atau koperasi nelayan, karena pernah melihat manfaat koperasi perikanan bagi kesejahteraan masyarakat nelayan. Dia menjelaskan di beberapa daerah di luar Berau, koperasi bisa menyediakan sarana dan prasarana produksi termasuk seluruh keperluan nelayan saat akan melaut. “Bahkan, koperasi menjamin pemasaran hasil tangkapan ikan nelayan,” tuturnya. "Selama ini yang bisa menikmati harga bagus ikan hanya pengepul, bukan nelayan. Jadi, TPI memang sudah seharusnya dikelola koperasi dan BUMK," sambung Jen. Jen menekankan, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi koperasi perikanan dalam TPI. Pertama, mampu meningkatkan sarana dan prasarana, kondisi sanitasi, higienis pelabuhan perikanan, sehingga memenuhi standar nasional dan internasional sebagai tempat pendaratan ikan dan pelelangan ikan hasil tangkapan nelayan dan Kawasan Industri Perikanan Terpadu. Kedua, koperasi mampu menyediakan sarana produksi perikanan tangkap dan perbekalan untuk melaut dengan kuantitas mencukupi setiap saat, kualitas unggul, dan harga relatif murah. Ketiga, koperasi harus mampu menjamin pemasaran ikan hasil tangkap para nelayan dengan harga sesuai dengan nilai ekonomi. "Menguntungkan nelayan, tapi juga tidak memberatkan konsumen. Intinya, koperasi sebagai buffer stock dan price," ucap Jen. Keempat, lanjutnya, koperasi harus mampu menyediakan sumber kredit (modal) dengan suku bunga yang rendah. Dan kelima, koperasi mampu meningkatkan kapasitas dan etos kerja nelayan dengan pendidikan, pelatihan, serta penyuluhan secara sistematis, benar, dan berkesinambungan. Terakhir mampu menerapkan teknologi penangkapan ikan yang produktif, efisien, dan ramah lingkungan serta mampu mengelola manajemen keuangan keluarga nelayan, hingga best handling practices, dan lainnya Jen juga mengatakan pemerintah akan membangun TPI sentral pesisir selatan di kawasan Talisayan, agar lebih mudah diakses oleh masyarakat pesisir. “Kalau di Talisayan yang Bidukbiduk pasti lewat situ,”pungkasnya. (*/fst/app)
Nelayan Masih Butuh Alat Tangkap
Selasa 19-11-2019,13:05 WIB
Reporter : admin3 diskal
Editor : admin3 diskal
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 27-07-2026,19:30 WIB
Produksi Batu Bara Kaltim Naik Jadi 308,67 Juta Ton, Tertinggi dalam 5 Tahun
Senin 27-07-2026,11:00 WIB
Kualitas di Atas Angin, Timnas Indonesia Dilarang Kalah di Laga Perdana Piala AFF 2026
Senin 27-07-2026,10:02 WIB
RSUD Kudungga Raih Predikat Bersih dari Korupsi, Nilai SPAK 99,87
Senin 27-07-2026,15:08 WIB
Jadi Kota Industri, 267 TKA Memilih Kerja di Bontang
Senin 27-07-2026,10:30 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Begini Tanggapan Istana
Terkini
Selasa 28-07-2026,08:32 WIB
DPRD Kukar Kembali Gagal Gelar Rapat Paripurna, Ahmad Yani Ancam Surati Fraksi yang Absen
Selasa 28-07-2026,08:01 WIB
Pemkab Mahulu Perjuangkan Kejelasan Status Tenaga Honorer ke Pusat
Selasa 28-07-2026,07:00 WIB
John Herdman Puji Debut Mitchell Baker, Timnas Indonesia Bantai Kamboja 5-1
Selasa 28-07-2026,06:04 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 28 Juli 2026, Cek di Sini!
Senin 27-07-2026,22:40 WIB