Nomorsatulaltim.com - Pemerintah Provinsi Kaltim, sangat serius mengurangi emisi karbon di sejumlah kota/ kabupaten. Salah satu bentuknya, menghelat Sosialisasi mekanisme input data belanja alokasi dana Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF-CF) atau program Fasilitas Kemitraan Karbon Hutan. Agenda itu dihelat di Swiss Bell Hotel, Balikpapan, Senin (3/4/2023). Pengurangan emisi karbon menjadi salah satu program prioritas Gubernur Kaltim. Termasuk penghijauan di atas lahan tidur di beberapa kabupaten atau kota. Sejauh ini Kaltim telah berhasil menurunkan emisi karbon sekitar 30 juta ton CO2 equivalent. Yang penilaiannya dilakukan World Bank adalah sebesar 22 juta ton CO2 equivalent. Namun melalui beberapa program dan langkah, Pemprov tak henti mengembangkan gagasan untuk dipacu di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Provinsi Kaltim. Sub Bidang Anggaran Dua, Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim, Mirwan, menyampaikan dalam penginputan kali ini ada kendala yang berbeda dengan Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Reboisasj (DR) yang telah memiliki mekanisme dari pusat. "Kalau ini dana diserahkan oleh kota, dan diharapkan di daerah agar belanja sesuai harapan atas pengelolaan yang dimanfaatkan terhadap penurunan karbon," terang Mirwan, yang juga Pemeriksa Anggaran Bidang Anggaran BPKAD Kaltim. Anggaran yang digunakan dalam FCPF-CF memiliki mekanisme bertahap. Ia menjelaskan di tahap pertama Kaltim memiliki gelontoran dana sebesar Rp 69 milliar yang nantinya dibagi kepada beberapa kabupaten atau kota se Kaltim. "Ada Rp 69 milliar anggaran dalam FCPF di Kaltim. Nah untuk Balikpapan sebesar Rp 3,43 milliar. Tahun ini baru tahap pertama," jelasnya. Mirwan menambahkan mkegiatan yang berlangsung di Hotel Swiss Bell Balikpapan ini untuk merealisasikan peeningkatan dalam mengurangi emisi karbon ke depan. Sekaligus berharap ke depan akan berdampak pada nilai yang akan dibayar World Bank atau Bank Dunia. Selama ini Indonesia menjadi negara pertama di kawasan Asia Pasifik bagian timur yang menerima pembayaran dari Program FCPF-CF. Program ini diimplementasikan di 47 yurisdiksi di seluruh dunia. Program REDD+ dan mekanisme pembayaran berbasis kinerja ini dapat diimplementasikan menjadi program insentif yang tepat. Sebagai upaya Indonesia memitigasi perubahan iklim, terutama dari sektor Forestry and Other Land Use. (*/ Adv) Reporter: Muhammad Taufik
Pemprov Kaltim Serius Kurangi Emisi Karbon
Senin 03-04-2023,19:00 WIB
Reporter : Rudi Agung
Editor : Rudi Agung
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 22-06-2026,06:00 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 22 Juni 2026, Cek di Sini!
Senin 22-06-2026,07:00 WIB
Piala Dunia 2026: Spanyol Kembali Menakutkan! Permalukan Arab Saudi 4-0
Senin 22-06-2026,08:34 WIB
Piala Dunia 2026: Romero Lukaku Dibuat 'Mandul', Iran Nyaris Menang Lawan Belgia
Senin 22-06-2026,11:01 WIB
Veda Ega Pratama Akui Ada yang Kurang usai Finis P5 di Moto3 Ceko 2026
Senin 22-06-2026,10:30 WIB
Piala Dunia 2026: Cape Verde Buktikan Bukan Tim Remeh, Tahan Imbang Uruguay 2-2
Terkini
Senin 22-06-2026,22:41 WIB
Jumlah Layanan MBG di Balikpapan Kembali Penuh Setelah Sempat Menyusut
Senin 22-06-2026,22:10 WIB
Proyek Pembangunan KDMP di Mahulu Baru di 3 Lokasi, Target Rampung Bulan Ini
Senin 22-06-2026,21:45 WIB
Pemkab Kukar Siapkan 17 Lokasi MTQ Kaltim 2026, Sunggono: Persiapan Terus Dimatangkan
Senin 22-06-2026,21:20 WIB
Listrik Kembali Padam di Sejumlah Wilayah Balikpapan, PLN Masih Telusuri Penyebab Gangguan
Senin 22-06-2026,20:49 WIB