Samarinda, DiswayKaltim.com - Kenaikan iuran BPJS Kesehatan ramai-ramai ditolak. Pemprov dan DPRD Kaltim didesak ikut menolak. Bahkan melakukan audit. Akademisi Universitas Mulawarman Herdiansyah Hamzah mengatakan konsep BPJS memang keliru. BPJS itu serupa asuransi berkedok jaminan kesehatan. Semestinya negara memberikan jaminan itu tanpa syarat. Bagi seluruh warga negara. Sebab pelayanan kesehatan merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Sebagaimana disebutkan secara eksplisit dalam Pasal 28H UUD 1945. "Jadi negara bertugas memastikan hak itu dipenuhi dengan baik. Bukan malah menjadikan itu sebagai orientasi bisnis," urainya. Ia menegaskan jika dinaikkan melalui Perpres 75/2019, maka negara gagal memenuhi hak konstitusional warga negara dalam layanan kesehatan. "Bahkan seharusnya pelayanan kesehatan itu gratis," imbuhnya. Dipaparkan Herdi negara butuh Rp 11 triliun per bulan. Demi menanggung BPJS kesehatan sebanyak 270 juta penduduk untuk perawatan kelas III. Artinya dalam setahun hanya butuh pembiayaan sebesar Rp 132 triliun atau 5,5 persen dari APBN. Untuk Kaltim jumlah penduduk sekitar 3,6 juta. Membutuhkan Rp 151 miliar per bulan. Atau Rp 1,8 triliun pertahu. Berarti hanya sekitar 16,7 persen dari APBD murni 2019. "Coba bandingkan dengan pos anggaran lain yang tidak linear dengan kebutuhan publik. Itu hampir sama dengan jumlah hibah/bansos tahun 2018 sebesar Rp 1,59 triliun. Jadi ini soal politik anggaran. Punya niat atau tidak untuk memenuhi hak kesehatan warganya," urainya. Herdi menegaskan DPRD dan Pemprov Kaltim harus memperjuangkan ini. Wakil rakyat di Karang Paci harus bisa mendorong melakukan audit BPJS. Sebab pemerintah menyebut alasan kenaikan iuran karena defisit. Persoalannya argumen itu tidak diimbangi dengan evaluasi dan audit kinerja terlebih dahulu. "Jangan sampai defisit itu karena kecurangan (fraud) dan penggelembungan (mark up)," pungkasnya. (hdd/boy)
Pemprov dan DPRD Didesak Audit Iuran BPJS
Jumat 08-11-2019,17:47 WIB
Reporter : bayong
Editor : bayong
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 08-06-2026,06:01 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 8 Juni 2026, Cek di Sini!
Senin 08-06-2026,09:52 WIB
Breaking News! Gempa M7,7 Sulut Picu Tsunami, Kutim dan Berau Masuk Status Waspada BMKG
Minggu 07-06-2026,20:30 WIB
Pemerintah Buka 3.053 Formasi Guru PPPK Sekolah Rakyat Tahun 2026, Begini Cara Melamar
Minggu 07-06-2026,19:15 WIB
1.500 Pekerja Tambang di Kaltim Terancam PHK, Dampak Efisiensi Akibat Pemangkasan Produksi Batu Bara
Minggu 07-06-2026,21:00 WIB
SPPG di Bontang Dibatasi 6 Unit, Agus Haris: Bagaimana Nasib Tenaga Kerja dan Investor
Terkini
Senin 08-06-2026,17:35 WIB
PWI Paser Periode 2026-2029 Dilantik, Najib Sebut Jurnalis Harus jadi Penjernih Informasi di Tengah Hoaks
Senin 08-06-2026,17:03 WIB
Soroti Fatality di Lokasi Tambang, Yusuf Silambi Sebut Perusahaan juga Perlu Berelaborasi dengan Alam
Senin 08-06-2026,16:42 WIB
Diskominfo Kukar dan Disway Kaltim Jajaki Kolaborasi Penguatan Informasi Publik
Senin 08-06-2026,16:02 WIB
Insiden di KPC Diinvestigasi Langsung Tim dari Jakarta, Inspektur Tambang Kaltim Tak Dilibatkan
Senin 08-06-2026,15:31 WIB