PASER, nomorsatukaltim.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh adat maupun lembaga dan sejenisnya melakukan pertemuan terkait keamanan dan ketertiban (Kamtibmas). Pertemuan itu menyikapi peristiwa yang terjadi belakangan ini. Di mana sebelumnya terjadi tindakan penganiayaan. Hingga melebar dan pada Rabu (22/12/2021) terjadi pembakaran motor di Kecamatan Tanah Grogot. Bupati Paser, Fahmi Fadli, menyayangkan adanya kejadian di luar dugaan itu. Ia menyerahkan sepenuhnya persoalan itu kepada pihak kepolisian yang memiliki kewenangan. Kepala Daerah berlatar belakang dokter ini meminta kepada tokoh adat, tokoh masyarakat dan pemuda yang ada di Kabupaten Paser untuk tak terpancing atau terprovokasi. Baca juga: Guru Honorer Paser Naik Gaji Tahun Depan "Kami berharap tentunya suasana kondusif yang sudah berjalan di Kabupaten Paser ini bisa terus berjalan dengan baik ke depan," kata Fahmi Fadli, di ruang Command Center Bupati Paser, Kamis (23/12/2021) dikutip dari Harian Disway Kaltim - Disway News Network (DNN). Ia mengharapkan permasalahan ini tak melebar, tetap fokus apa yang menjadi titik awal permasalahan tersebut. "Kami pemerintah daerah mendukung penuh apa yang dilakukan Polres Paser," urainya. Dalam pertemuan itu juga hadir Sultan Paser, Aji Muhammad Jarnawi. Ia bilang, setelah berdiskusi dengan Kapolres Paser, AKBP Eko Susanto, menyayangkan melebar hingga menyangkut SARA. "Saya bingung kok ini dikaitkan dengan suku. Padahal, kalau kita melihat kronologisnya bertemu dengan Kapolres ini murni kriminal. Kalau kriminal serahkan pada hukum yang berlaku," tegasnya yang bergelar Sultan Muhammad Alamsyah III. Dirinya menjelaskan, pihak kepolisian terus berupaya mencari pelaku penganiayaan. Sebagian telah diamankan dan satu orang masuk daftar pencarian orang (DPO). "Saya meyakini pihak berwajib berusaha keras mencari DPO. Dalam proses ini mohon bersabar, terutama pihak korban penikaman," pinta Aji Muhammad Jarnawi. Sementara itu, Kapolres Paser, AKBP Eko Susanto, menegaskan pihak kepolisian akan terus berkomitmen menjaga kondusifitas di Kabupaten Paser. Di dalam pertemuan itu, ia juga menyampaikan telah sejauh mana perkembangan kasus itu. "Harus bekerja sama agar permasalahan ini tidak terus bergulir ataupun mencuat di wilayah kita. Tentunya semua satu persepsi dalam menjaga wilayah kita agar tetap aman dan kondusif. Dijelaskan Kapolres, hakikatnya hukum itu menghukum kepada perbuatan, bukan kepada orangnya. Sehingga hukum memberikan sanksi terhadap yang melanggar hukum. "Untuk kriteria pelanggaran hukum diproses dengan hukum yang ada. Dukung kaki untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya," pungkasnya. ASA/ZUL
Usai Kerusuhan di Paser, Pemkab Ingatkan Jaga Kondusifitas
Jumat 24-12-2021,10:00 WIB
Reporter : admin12_diskal
Editor : admin12_diskal
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 26-09-2026,06:01 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 26 September 2026, Cek di Sini!
Sabtu 26-09-2026,13:55 WIB
Urgensi Transformasi Ilmu Vokasi Ke Akademik Untuk Kedaulatan Hukum Maritim Indonesia 2026-2030
Sabtu 26-09-2026,08:30 WIB
TAKAR Desak Tanggung Jawab Korporasi: Ribuan Hektare Karhutla Kaltim Berada di Wilayah Konsesi
Sabtu 26-09-2026,12:00 WIB
50 Pati Polri Naik Pangkat, 1 Jadi Komjen, 15 Irjen, dan 34 Brigjen
Sabtu 26-09-2026,07:00 WIB
3 Laga Kalah Beruntun, Persiba Masih Nyaman dengan Poin -4
Terkini
Sabtu 26-09-2026,22:31 WIB
Harga BBM Nonsubsidi Diproyeksikan Naik Oktober, Pakar Sebut Kenaikan Berkisar 5–11 Persen
Sabtu 26-09-2026,21:50 WIB
Cabor Sepatu Roda Digelar Mulai 2 November, Venue Porprov di Paser Harus Rampung Oktober
Sabtu 26-09-2026,21:11 WIB
Jokowi Tunjukkan KTA PSI, Sempat Heran dengan Nomor Keanggotaan yang Banyak Angka Tujuhnya
Sabtu 26-09-2026,20:35 WIB
Rancangan Perubahan KUA-PPAS Kaltim 2026, Ini Rinciannya
Sabtu 26-09-2026,20:00 WIB