Salah satu karya batik khas Berau dari Pokdarwis Banuanta.(FERY SETIAWAN) Fokus mengembangkan kerajinan batik khas Berau, Miya mulai mendapatkan pengakuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. FERY SETIAWAN, Tanjung Redeb MENGEMBANGKAN kerajinan batik tulis dan cap khas Berau, sudah satu tahun terakhir dilakukan, warga Gang Amal, RT 18,Kelurahan Tanjung Redeb ini. Miya terlibat langsung dalam pembuatan kain batik. Kerajinan kain batik yang dilakukan di rumah warga ini memberikan dampak positif dan dengan menggunakan bahan yang ramah lingkungan. "Saya seorang ibu rumah tangga, jadi ini untuk mengisi waktu kosong saja,"katanya kepada DiswayBerau. Dalam mengembangkan kerajinan batik, Miya tak sendiri. Melainkan, bersama warga yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Banuanta. "Ada batik cap dan batik tulis, sekarang sudah cukup dikenal,"akunya. Hasil karyanya bersama Pokdarwis Banuanta, sudah mulai dihargai. Khusus batik cap dijual sekitar Rp 200.000 per potong kain, sedangkan batik tulis sekitar Rp 350.000. Sementara, bagi remaja dan anak muda dikembangkan kaos batik pelangi yang dibuat dengan motif pelangi. Kaos model batik unik ini dijual Rp 200.000 per lembar. Disebutkannya, batik dengan motif biota laut adalah batik dengan harga tertinggi yang dimiliki oleh warga Gang Amal. "Untuk motif whale shark itu harganya Rp 500.000," katanya. Ketua Pokdarwis Banuanta, Suardi Mangenre menjelaskan, saat ini terdapat 20 pembuatan batik, yang dikembangkan beberapa tahun terakhir, dan akan dilakukan pengenbangan hingga ke seluruh kota Tanjung Redeb. "Untuk yang pertama memang dikembangkan di kawasan Gang Amal saja,"ucapnya. Diungkapkannya, kerajinan masyarakat ini telah berkembang dan memiliki banyak motif. Adapun motif batik yang menjadi produk andalan di daerah itu adalah batik Rutun dan Whale shark. "Kami berusaha untuk terus mengembangkan batik sebagai identitas desa," ucapnya. Lanjutnya, dengan adannya kegiatan warga seperti ini, akan memberikan dampak yang luar biasa terhadap perekonomian warga. Dikatakannya, peningkatan penghasilan cukup banyak dirasakan oleh warga, pendapatan warga dalam penjualan kain batik per bulan berkisar Rp 1.000.000 hingga Rp 1.500.000. Hasil karya batik warga Gang Amal ini, sudah mendapatkan pengakuan dari pemerintah, sebagai batik khas Berau. Dan kawasannya ditetapkan Kampung Batik.(*)
Dapat Pengakuan Pemerintah, Nilai Jual Cukup Tinggi
Selasa 15-10-2019,18:06 WIB
Reporter : admin3 diskal
Editor : admin3 diskal
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 08-06-2026,09:52 WIB
Breaking News! Gempa M7,7 Sulut Picu Tsunami, Kutim dan Berau Masuk Status Waspada BMKG
Senin 08-06-2026,10:29 WIB
DPU Akui Pemancangan RS Sayang Ibu Pengaruhi Jembatan Warga di Baru Ulu
Senin 08-06-2026,08:31 WIB
Bripka Dedy Terduga 'Sniper' Jaringan Narkoba Gang Langgar Samarinda Resmi Dipecat
Senin 08-06-2026,11:00 WIB
Wabup PPU Sidak 3 SPPG, Minta Menu Lebih Variatif
Senin 08-06-2026,15:31 WIB
Fabio Lefundes Berpisah dengan Borneo FC, Siapa Calon Penggantinya?
Terkini
Selasa 09-06-2026,07:00 WIB
Pemuda Kutim Wakili Kaltim-Kaltara di Ajang Nasional, Usung Inovasi Literasi Keuangan Berbasis QR
Selasa 09-06-2026,06:00 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 9 Juni 2026, BMKG Keluarkan Peringatan Dini!
Senin 08-06-2026,22:45 WIB
DPRD Balikpapan Buka Wacana Bentuk Satgas Pengawasan Solar Usai Sidak SPBU
Senin 08-06-2026,22:17 WIB
Kasus Kekerasan Seksual Berulang, Komisi X DPR RI Dorong Penguatan Sistem Pengawasan
Senin 08-06-2026,21:39 WIB