Mufakat Kanjeng Sinuhun (2): Mr S dan Temuan Kaum Hermes

Selasa 13-10-2020,16:11 WIB
Reporter : admin12_diskal
Editor : admin12_diskal

Waktu menunjukkan pukul 09.20. Memang belum terlihat para sinuhun di balai itu. Lima menit kemudian, Supit keluar ruangan bersama rekannya. Langsung menegur Henry.

Wei!, pagi sudah di sini, mau ketemu siapa?,” tanya Supit. Seperti biasa dengan pembawaan ceria.

“Ketemu kamu lah,” kata Henry.

“Hah!! serius. Biasanya yang dicari para sinuhun”. “Ada apa?,” tanya Supid, sambil menepuk pundak Henry.

Henry pun menyambut dengan menggandeng Supid. Mereka berjalan menuruni tangga. “Begini, bisa enggak aku dapat buku besar? Kan biasanya ada tuh, sudah dijilid,” tanya Henry.

“Oh itu, nanti aku ambilkan ya. Mudah-mudahan ada fotokopinya. Buat apa sih?”

“Alah, biasalah...,” jawab Henry.

Supit pun tersenyum. Dia paham betul kebutuhan kaum Hermes. “Iyalah, tunggu bentar ya,” kata Supit. Keduanya berjalan menuruni tangga.

Supit memasuki ruangannya. Sementara Henry menunggu di luar. Melihat-lihat papan pengumuman. Menengok kanan dan kiri. Kaum Hermes juga belum terlihat di balai. Mungkin mereka masih berkerumun di kantor pemangku kota. Jaraknya sekitar 5 menit perjalanan dari balai. Biasanya banyak kegiatan.

“Untung kamu ini. Masih ada satu kopian lagi,” seru Supit. “Ini tahun 2015?,” tanya Henry.

“Iya, cek saja di situ ada tahunnya”.

“Ok. Makasih ya bro,”..

***

Henry sengaja mencari tempat agak sepi. Tak jauh dari pusat Kota Ulin. Ada warung kopi murah meriah. Persis di belakang gedung-gedung megah. Jalannya agak sempit. Lebih luas dari gang. Yang hanya bisa dilintasi motor. Ini sedikit lebih lebar. Bisa satu mobil. 

Agak lama ia mencermati buku besar setebal dua centimeter itu. Ketemu! Ada angka yang ganjil. Ada pembengkakkan anggaran. Dari 250 miliar menjadi 1,3 triliun. Angka yang fantastis. Padahal untuk tanah seluas 1.000 hektare tak mungkinlah angkanya sampai segitu. Pikir Henry. Apalagi lokasinya agak jauh dari perkotaan. Yang paling mencolok, kenapa ada perubahan angka yang drastis. Padalah saat pengajuan program dari para pemangku kota, hanya 250 miliar. Siapa yang punya ide menaikan angka itu?. Kenapa pula bisa lolos dan disetujui. Ini benar-benar aneh!!. BERSAMBUNG—Baca selanjutanya: Munculnya Dua Nama.(ived18)

Tags :
Kategori :

Terkait