Program RT-Ku Terbaik di Kukar Hidupkan Demokrasi di Tingkat RT
Kepala DPMD Kukar, Arianto-Rahmat/Nomorsatukaltim-
KUKAR, NOMORSATUKALTIM – Program RT-Ku Terbaik memberikan dampak positif dengan menghidupkan suasana demokratis di lingkungan RT.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto menyebut, bahwa proses pembentukan pengurus RT yang semakin dinamis menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memilih pemimpin di lingkungan masing-masing.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima DPMD Kukar dari pemerintah desa, kelurahan, dan para pendamping, dinamika dalam pembentukan pengurus RT sebenarnya telah muncul sejak pemerintah daerah menjalankan program Rp50 juta per RT.
Menurutnya, dinamika tersebut merupakan perkembangan positif karena menunjukkan adanya keterlibatan masyarakat dalam menentukan orang yang dipercaya mengurus wilayah mereka.
BACA JUGA: DPMD Kukar Matangkan Program Makanan Bergizi Gratis untuk Lansia dan Balita
“Mulai kita program Rp50 juta per RT dulu, ada dinamika yang sangat dinamis untuk pembentukan pengurus RT di masing-masing wilayah itu. Nah, ini kami memaknainya sebagai sesuatu yang positif,” ucap dia, Rabu, 21 Oktober 2026.
Ia menilai, proses pemilihan pengurus RT bukan sekadar pergantian kepengurusan di tingkat lingkungan, melainkan juga menjadi sarana pendidikan demokrasi bagi masyarakat.
Melalui proses tersebut, warga belajar memahami bahwa pengelolaan lingkungan membutuhkan pengurus yang bertanggung jawab sekaligus partisipasi masyarakat sebagai pihak yang dilayani.
Menurut Arianto, masyarakat juga memiliki kesempatan menentukan sosok yang dinilai mampu mengemban amanah dan mengurus kebutuhan warga di wilayahnya.
BACA JUGA: DPMD Kukar Dorong Internet Gratis di Program RT-Ku Terbaik
“Artinya, mengajarkan kepada masyarakat kita di Kutai Kartanegara bagaimana berpartisipasi dalam mengurus dan mengelola wilayah masyarakatnya. Ada pengurus, ada yang diurus. Kemudian, yang mengurus ini juga dipilih dengan demokrasi,” jelasnya.
Dia mengatakan, keterlibatan masyarakat dalam pemilihan pengurus RT dapat menjadi pengalaman penting dalam membangun kesadaran politik warga.
Partisipasi tersebut tidak berhenti pada pemilihan pengurus lingkungan, tetapi juga memperkuat budaya demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
