Bankaltimtara

DPPKB Samarinda Berikan Pendampingan Selama Satu Tahun

DPPKB Samarinda Berikan Pendampingan Selama Satu Tahun

Seorang ibu menanam sayuran di pekarangan rumah sebagai upaya memanfaatkan lahan terbatas di rumahnya.-istimewa-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda memberikan pendampingan selama setahun kepada sejumlah keluarga demi menjaga ketahanan pangan dan mencegah stunting. 

Program ini diawali dengan pemberian bibit tanaman kepada 16 keluarga berada di Kecamatan Sungai Kunjang, sedangkan 14 keluarga lainnya tersebar di Kecamatan Samarinda Seberang.

Agar kegiatan tidak berhenti setelah pembagian bibit, DPPKB menyiapkan pendampingan selama satu tahun. 

Sebanyak 24 petugas dari Pokja 3 TP PKK, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), dan kader lokal akan terlibat dalam pemantauan kegiatan di lingkungan penerima manfaat. 

Pendampingan tersebut, menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. 

Keluarga tidak hanya menerima sarana untuk mulai menanam, tetapi juga mendapat pengawasan dan arahan selama mengembangkan pekarangan agar kegiatan dapat terus berjalan. 

Selain memastikan kegiatan budidaya berjalan, DPPKB juga menyiapkan jalur pengembangan ekonomi bagi keluarga penerima manfaat.

Upaya tersebut dilakukan dengan memasukkan seluruh keluarga sasaran ke dalam kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UP2KA). 

Kepala DPPKB Kota Samarinda, Deasy Evriyanti menuturkan, keterlibatan keluarga dalam UP2KA diharapkan membuat hasil kegiatan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Pengembangan usaha menjadi salah satu sasaran lanjutan dari program tersebut. 

"Melalui UP2KA, kami ingin keluarga memiliki ruang untuk mengembangkan potensi ekonominya. Jadi, pekarangan bukan hanya dimanfaatkan untuk menanam sayuran, melainkan juga menjadi salah satu sumber kegiatan produktif yang bisa dikembangkan dalam jangka panjang," pungkasnya. 

Integrasi pemanfaatan pekarangan dan pemberdayaan ekonomi tersebut, menjadi pendekatan DPPKB Samarinda dalam mendukung pencegahan stunting.

Keluarga tidak hanya didorong meningkatkan ketersediaan pangan bergizi, tetapi juga memperkuat kemampuan ekonomi melalui potensi yang dimiliki di lingkungan tempat tinggal. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: