Utang Pemkab PPU Lunas Tahun Ini, Sisa Rp63 Miliar Dibayar Desember 2026
Utang Pemkab PPU ke Bankaltimtara akan lunas akhir tahun ini.-Awal/Nomorsatukaltim-
PENAJAM PASER UTARA, NOMORSATUKALTIM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) memastikan sisa pinjaman jangka pendek senilai Rp63 miliar kepada Bankaltimtara akan tuntas sepenuhnya paling lambat 31 Desember 2026.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten PPU, Muhajir mengungkapkan, bahwa hingga Oktober 2026, pihaknya telah merampungkan 8 tahap pembayaran secara konsisten.
"Sudah delapan kali kami bayarkan sampai Oktober, sehingga sisa kewajiban tinggal Rp63 miliar. Pembayaran berikutnya kami lanjutkan pada November dan Desember hingga tuntas akhir tahun," ucapnya, Rabu, 4 November 2026.
Komitmen pelunasan ini patut diapresiasi mengingat adanya tantangan di sektor pendanaan.
BACA JUGA: Sudah Bayar Rp135 Miliar, Sisa Utang Pemkab PPU di Bankaltimtara Masih Rp73 Miliar
Mulanya, total utang senilai Rp208 miliar dialokasikan dari pos Kurang Bayar Dana Bagi Hasil (KB DBH).
Namun, karena dana transfer dari pusat tersebut belum juga mendarat di kas daerah, BKAD harus mengambil langkah taktis.
Alih-alih menyerah pada keadaan atau berisiko menghadapi sanksi wanprestasi dari pihak bank, jajaran BKAD mengoptimalkan kas dan dana reguler yang ada di daerah.
"Awalnya pembayaran memang direncanakan dari KB DBH. Karena dananya belum turun, kami menggunakan dana reguler yang tersedia agar cicilan tetap berjalan," jelas Muhajir.
BACA JUGA: Mudyat Buka-bukaan Soal Tekanan Fiskal PPU, Postur APBD Perubahan 2026 Tergerus Utang
Strategi jitu pun diterapkan. BKAD memberlakukan skala prioritas yang ketat guna menjaga kesehatan fiskal daerah.
Pengeluaran kas diprioritaskan untuk program-program mendesak, sementara kegiatan yang belum darurat untuk sementara ditunda.
Hal ini memastikan kewajiban perbankan terpenuhi tanpa sedikitpun mengorbankan hak-hak dasar dan pelayanan publik kepada masyarakat.
Sebagai catatan, pinjaman awal senilai Rp208 miliar ke Bankaltimtara tersebut bukanlah untuk membiayai proyek-proyek mercusuar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
