DPMK Mahulu Minta Semua Kampung Percepat Pengajuan Anggaran
Kampung Ujoh Bilang di Mahulu.-Iswanto/Disway Kaltim-
MAHULU, NOMORSATUKALTIM - Seluruh pemerintahan kampung diminta memercepat proses pengajuan anggaran dan menyesuaikan dengan tahapan yang telah ditetapkan.
Penegasan itu disampaikan Kepala Bidang Pemerintahan Kampung Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Mahulu, Yohanes Belawan.
Dorongan ini bertujuan mencegah terjadinya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), mengingat waktu di akhir tahun sangat terbatas.
Yohanes Belawan mengatakan pengajuan anggaran kampung tahun 2026 ini terbilang lambat.
BACA JUGA:Bupati Mahulu Pantau Program RT dan Dasawisma, Pastikan Anggaran Rp100 Juta Tepat Sasaran
Menurutnya, hal itu disebabkan beberapa faktor. Di antaranya terdapat 24 kampung yang melaksanakan pemilihan petinggi serentak, sehingga puluhan kampung tersebut perlu menyesuaikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) kampung.
Padahal, menurut Belawan, berdasarkan tahapan yang ada, APB Kampung seharusnya ditetapkan paling lambat bulan Oktober.
“Sesuai tahapan, harusnya ini sudah masuk tahap tiga. Tapi karena ada beberapa kendala itu tadi. Sampai saat ini ada juga yang masih proses APBKam perubahan, itu menjadi kendala sendiri”.
BACA JUGA:Aktivasi IKD di Mahulu Mulai Meningkat, Disdukcapil Bentuk Agen di Setiap Kampung
“Kalau terkait berapa jumlah kampung yang masih tahap dua dan tahap tiga, itu belum bisa kami laporkan. Karena semua masih proses. Yang pasti saat ini pengajuan untuk tahap dua berjalan dan tahap tiga sedang berproses,” ungkap Belawan saat diwawancara, Rabu 4 November 2026.
Di tengah keterlambatan itu, DPMK Mahulu bersama tim Gerbangmas terus melakukan pendampingan di beberapa kampung.
Pendampingan dilakukan agar proses pengajuan anggaran dapat dipercepat, dengan tetap memperhatikan regulasi yang ditentukan.
Kemudian, DPMK Mahulu juga meminta seluruh pemerintahan kampung agar dalam merealisasikan anggaran di tahap dua maupun tahap tiga perlu mengkaji kembali program yang akan dikerjakan.
Belawan menyarankan agar sebaiknya perbanyak kegiatan pemberdayaan, ketimbang pembangunan fisik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
