Bankaltimtara

Desa Persiapan Tanjung Berukang Kebut Proses Jadi Desa Definitif

Desa Persiapan Tanjung Berukang Kebut Proses Jadi Desa Definitif

Sekretaris Desa Tanjung Berukang, Suardi, bersama Pj. Kepala Desa Tanjung Berukang (kiri). --Rahmat Pratama, nomorsatukaltim---

KUKAR, NOMORSATUKALTIM – Proses pemekaran Desa Persiapan Tanjung Berukang, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menunjukkan perkembangan positif. 

Desa yang merupakan hasil pemekaran dari Desa Sepatin tersebut kini memasuki tahapan verifikasi dan validasi akhir sebagai bagian dari upaya memperoleh status desa definitif tahun ini.

Sekretaris Desa Tanjung Berukang, Suardi mengatakan bahwa pihaknya telah mengikuti kegiatan verifikasi penataan desa yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar bersama sejumlah desa lainnya.

Suardi yang juga menjabat sebagai ketua panitia pemekaran bersama penjabat kepala desa melakukan pemeriksaan dan pencocokan data serta memastikan kelengkapan dokumen administrasi Desa Persiapan Tanjung Berukang.

Baca Juga: Pelabuhan Amborawang Laut Belum Terkelola, DPRD Kukar Dorong Optimalisasi Aset untuk PAD

Verifikasi tersebut melibatkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), DPMD Provinsi Kalimantan Timur, serta DPMD Kabupaten Kukar.

“Alhamdulillah, hari ini berjalan dengan lancar,” katanya, Selasa 27 Oktober 2026. 



Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima, proses penataan desa tersebut masih akan dilanjutkan melalui satu pertemuan di Kemendagri, Jakarta, yang diperkirakan berlangsung sekitar akhir November.

Ia berharap, tahapan lanjutan itu dapat berjalan sesuai rencana sehingga Desa Persiapan Tanjung Berukang segera memperoleh surat registrasi maupun penetapan sebagai desa definitif.

Baca Juga: Kebakaran Berulang di Tenggarong, DPRD Kukar Soroti Instalasi Listrik yang Digunakan Warga

“Informasinya, akhir bulan November sudah dapat surat definitif, surat registrasi atau surat definitif, mudah-mudahan," sebutnya.

Terkait kesiapan administrasi, Suardi tidak menampik bahwa sebelumnya sempat ditemukan kendala berupa sejumlah berkas yang hilang di tingkat kabupaten. 

Namun, pihaknya telah berupaya melengkapi kembali seluruh dokumen tersebut agar tidak menghambat proses verifikasi.

“Untuk saat ini berkasnya kemarin ada beberapa yang hilang di kabupaten. Tapi alhamdulillah, kami sudah melengkapi semua itu. Saat ini sudah 99 persen data kita,” katanya.

Di balik proses administrasi tersebut, Suardi menegaskan bahwa pemekaran Tanjung Berukang memiliki urgensi tersendiri, terutama untuk mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Delta Mahakam.

Tanjung Berukang merupakan wilayah hasil pemekaran Desa Sepatin, Kecamatan Anggana. 

Kondisi geografis kedua wilayah yang terpisah oleh perairan selama ini menjadi salah satu tantangan utama bagi masyarakat dalam mengakses pelayanan administrasi.

Baca Juga: Cegah Konflik Lahan di Kedang Ipil, DPRD Kukar Minta Desa dan Kecamatan Bertindak

Ia mengungkapkan, warga Tanjung Berukang harus menempuh perjalanan sekitar 13 kilometer melalui jalur air menuju Desa Sepatin sebagai desa induk ketika hendak mengurus berbagai keperluan administrasi, termasuk surat pengantar.

Kondisi inilah yang menjadi salah satu alasan kuat masyarakat mendorong Tanjung Berukang berdiri sebagai desa definitif. 

Dengan pemerintahan desa sendiri, pelayanan administrasi dapat dilakukan lebih dekat tanpa mengharuskan warga melakukan perjalanan menuju desa induk.

Suardi menilai pemekaran wilayah tersebut bukan semata-mata persoalan pembentukan pemerintahan baru, melainkan juga berkaitan dengan kemudahan akses pelayanan dan keselamatan masyarakat di kawasan pesisir.

Ia pun berharap proses verifikasi yang kini memasuki tahap akhir dapat menghasilkan keputusan positif dari pemerintah pusat sehingga aspirasi masyarakat Tanjung Berukang untuk memiliki desa definitif segera terwujud.

“Kenapa Tanjung Berukang mau mekar atau berdiri sendiri? Karena kalau mau menyeberang ke Sepatin, desa induk, hanya untuk membuat surat pengantar atau surat-surat lainnya, risikonya termasuk nyawa taruhannya. Kalau musim selatan, gelombangnya besar. Kami ini desa laut, artinya Sepatin dan Tanjung Berukang ini terpisah pulau,” pungkasnya. (adv)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: