Libatkan Seniman Profesional, GSMS jadi Wadah Pelajar Paser Kembangkan Bakat Seni
Penampilan seni tari kolaborasi dari 5 sekolah di Kabupaten Paser.-(Disway Kaltim/ Muhammad Sahrul)-
PASER, NOMORSATUKALTIM – Pemerintah mewadahi pengembangan seni dan budaya di kalangan generasi muda di Kabupaten Paser melalui program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2026.
Memasuki tahun ketujuh pelaksanaannya, Kabupaten Paser menjadi satu dari hanya tiga kabupaten di Indonesia yang terpilih menyelenggarakan program tersebut pada tahun ini.
Kegiatan GSMS 2026 digelar di Gedung Awa Mangkuruku, Kamis 22 Oktober 2026, sekaligus menjadi ajang apresiasi bagi peserta didik untuk menampilkan hasil pembelajaran dan proses kreatif yang telah mereka jalani bersama para seniman.
Kepala Disdikbud Paser, M Yunus Syam, mengatakan GSMS merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan seni dan budaya kepada peserta didik dengan melibatkan seniman secara langsung dalam proses pembelajaran di sekolah.
BACA JUGA: Kemilau Pondong hingga Gunung Boga, Destinasi Wisata Paser Siap Sambut Porprov VIII Kaltim
BACA JUGA: Suku Adat Paser Akan Adakan Tradisi Melas Taon Sebelum Porprov Kaltim
Menurutnya, program ini memberikan pengalaman berbeda bagi para siswa. Jika selama ini mereka mempelajari seni melalui guru di sekolah, melalui GSMS mereka mendapat kesempatan belajar langsung dari para pelaku seni yang memiliki pengalaman dan keahlian di bidangnya.
“Kalau selama ini mereka belajar dari guru seninya, dalam program GSMS ini anak-anak kita belajar langsung kepada senimannya. Senimannya yang masuk ke sekolah,” ujarnya.
Pada pelaksanaan tahun 2026, terdapat dua bidang seni yang diajarkan, yakni seni tari dan seni musik. Program ini melibatkan lima seniman terpilih serta lima guru pendamping untuk mendukung proses pembelajaran dan pengembangan kreativitas peserta didik.
Yunus berharap, pembelajaran yang telah diperoleh para siswa tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat terus dikembangkan dan ditampilkan kepada masyarakat sebagai bentuk apresiasi atas proses dan hasil karya mereka.
BACA JUGA: Disporapar Paser Latih 30 Calon Barista Muda
BACA JUGA: Percantik Pusat Kota Jelang Porprov, Pemkab Paser Benahi Lampu Hias hingga Air Mancur
Ia menegaskan, seni bukan sekadar sarana untuk mengembangkan bakat dan kreativitas, melainkan juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
“Inilah salah satu bukti bahwa seni dapat menjadi sarana pendidikan karakter sekaligus media pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi muda,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
