Bankaltimtara

Distanak Kukar Dukung Program SAE Pastarung di Lapas, Siapkan Pendampingan dan Bantuan Benih

Distanak Kukar Dukung Program SAE Pastarung di Lapas, Siapkan Pendampingan dan Bantuan Benih

Kadistanak Kukar, Rifani saat hadiri kegiatan Lapas Kelas IIA Tenggarong.-Rahmat/Nomorsatukaltim-

KUTAI KARTANEGARA, NOMORSATUKALTIM – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, menyatakan dukungan terhadap program Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Tenggarong (SAE Pastarung) di lembaga pemasyarakatan (lapas).

Dukungan tersebut akan diberikan melalui pendampingan, transfer pengetahuan, hingga kemungkinan bantuan sarana produksi pertanian.

Kepala Distanak Kukar, Rifani mengatakan, dukungan itu merupakan bentuk tanggung jawab moral pemerintah daerah terhadap warga binaan yang sedang menjalani pembinaan di lapas.

Menurut dia, warga binaan perlu mendapatkan bekal keterampilan agar dapat menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan dan kembali ke tengah masyarakat.

BACA JUGA: Peringatan Peristiwa Merah Putih ke-80 di Sanga-Sanga, Sekda Kukar Minta Konsep Baru

“Secara prinsip, kami dari Pemkab Kukar, khususnya Dinas Pertanian, akan tetap mendukung program Saipasturung ini. Secara moral, warga binaan ini adalah warga yang kami titipkan di lapas untuk dididik supaya ketika keluar nanti menjadi lebih baik,” ucap Rifani, Selasa, 20 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, bentuk dukungan Distanak Kukar akan disesuaikan dengan kebutuhan program dan kemampuan yang tersedia. Salah satunya melalui pendampingan serta berbagi pengetahuan di bidang pertanian.

Selain itu, Distanak juga membuka peluang memberikan bantuan sarana produksi, seperti benih sayuran, untuk menunjang kegiatan pertanian yang dijalankan warga binaan.

“Nanti bisa berupa alih pengetahuan dan pendampingan. Kalau memang memungkinkan, kami juga akan mengagendakan dukungan sarana produksi, misalnya benih-benih sayuran,” ujarnya.

BACA JUGA: Bupati Kukar Kaji Ulang Pengadaan APAR di Tiap Rumah

Rifani berharap, keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh warga binaan selama mengikuti program tersebut tidak berhenti ketika mereka keluar dari lapas.

Ilmu yang didapat diharapkan dapat diterapkan sekaligus dibagikan kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka.

Warga binaan tidak hanya memiliki keterampilan untuk menunjang kehidupan secara mandiri, tetapi juga berpeluang berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian di Kukar.

“Kami berharap ketika mereka keluar nanti, mereka bisa membantu Pemkab Kukar untuk mentransfer ilmu yang didapat di lapas kepada masyarakat sekitarnya. Jadi, tidak ada lagi keraguan bagi mereka untuk kembali ke tengah-tengah masyarakat,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait