DPMD Kukar Matangkan Program Makanan Bergizi Gratis untuk Lansia dan Balita
DPMD Kukar tengah mengkaji program makan bergizi gratis untuk lansia dan balita melalui program RT-ku Terbaik.-(Foto/ Istimewa)-
KUKAR, NOMORSATUKALTIM – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah mematangkan rencana pemberian makanan bergizi gratis (MBG) bagi lanjut usia (lansia) dan balita melalui program RT-Ku Terbaik.
Persiapan mencakup penetapan menu, penghitungan biaya, hingga penentuan penerima manfaat agar pelaksanaannya memiliki standar yang jelas dan tepat sasaran.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengatakan menu makanan bergizi untuk lansia dan balita telah disiapkan oleh Dinas Kesehatan.
Saat ini, pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah perangkat daerah untuk menyelesaikan kajian mengenai biaya penyediaan makanan serta mekanisme penyalurannya.
Ia menjelaskan, penetapan biaya menjadi salah satu tahapan penting sebelum program dijalankan.
Hal itu diperlukan agar setiap RT memiliki standar yang sama dalam menyediakan makanan sesuai menu yang telah ditentukan, sekaligus memudahkan proses pertanggungjawaban penggunaan anggaran.
“Menu gizinya sudah ada dari Dinas Kesehatan. Kami sedang mengoordinasikan untuk dikaji berapa besaran harga untuk membuat makanan dengan menu yang dibuat oleh Dinas Kesehatan,” ucap dia, Senin, 19 Oktober 2026.
Ia menegaskan, pelaksanaan program tidak boleh berjalan dengan standar yang berbeda-beda di setiap wilayah.
BACA JUGA: DPMD Kukar Dorong Internet Gratis di Program RT-Ku Terbaik
Oleh karena itu, besaran biaya penyediaan makanan perlu melalui kajian sebelum ditetapkan sebagai acuan pelaksanaan dan pertanggungjawaban anggaran.
DPMD Kukar juga melibatkan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) untuk mengkaji harga pembuatan makanan berdasarkan menu yang telah disusun.
Hasil kajian tersebut nanti menjadi dasar penentuan biaya yang sesuai dengan kebutuhan penyediaan makanan bergizi bagi penerima manfaat.
Selain persoalan anggaran, penentuan sasaran penerima juga sedang difinalkan bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kukar.
Arianto menjelaskan, data penerima akan mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), termasuk mempertimbangkan kelompok kesejahteraan terbawah seperti Desil 1.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
