Bankaltimtara

Permintaan Daging Domba di Kaltim Capai 6.000 Ekor per Bulan

Permintaan Daging Domba di Kaltim Capai 6.000 Ekor per Bulan

Pada momen Hari Raya Idul Adha ini, Program BRI Peduli menyasar bantuan di Desa BRILian Sukalaksana, Garut. Desa tersebut terkenal dengan budidaya Domba Garut.-ist-disway.id

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM — Permintaan daging domba di Kalimantan Timur diperkirakan mencapai 5.000–6.000 ekor per bulan.

Besarnya kebutuhan pasar ini membuka peluang bagi peternak lokal untuk meningkatkan produksi, terlebih pasokan daging domba di Kaltim masih kurang sekitar 40–50 persen dari kebutuhan konsumsi.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji mengatakan, pengembangan peternakan domba dapat menjadi salah satu upaya mengurangi ketergantungan pasokan daging dari luar daerah.

Selain sapi, ayam, dan kambing, domba dinilai memiliki peluang untuk berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan hewani sekaligus mendukung target swasembada daging di Kaltim.

BACA JUGA: Produksi Daging Kaltim Rendah, Hetifah Sebut Kuncinya di SDM Bukan Cuma Jumlah Ternak

Hal itu disampaikan Seno Aji saat menerima audiensi jajaran Dewan Pengurus Daerah Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (DPD HPDKI) Kalimantan Timur di ruang rapat Wakil Gubernur Kaltim, Senin (5/10/2026).

“Kami sudah mendapat laporan bahwa peternak-peternak domba Kaltim ini antusiasmenya sangat luar biasa,” kata Seno Aji.

Menurut dia, kekurangan pasokan daging kambing dan domba perlu diantisipasi melalui penguatan peternakan lokal. Selama ini, Kaltim masih mendatangkan daging beku dari Jawa, bahkan domba hidup dari Australia.

“Kita juga sering mendatangkan daging-daging beku dari Jawa. Juga domba hidup bahkan dari Australia,” ungkapnya, didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, Arief Murdiyatno.

BACA JUGA: Cara Makan Daging Kambing agar Tidak Cepat Pusing

Seno berharap HPDKI lebih intensif memberikan edukasi dan sosialisasi kepada peternak mengenai pengembangan usaha serta peluang pasar. Langkah ini diharapkan melahirkan peternak mandiri yang mampu meningkatkan produksi dan memenuhi kebutuhan konsumsi di daerah.

“Kami berharap HPDKI ini mampu melahirkan peternak-peternak domba yang mandiri, sehingga mendukung percepatan swasembada daging Kaltim,” harapnya.

Sekretaris DPD HPDKI Kaltim Adung Karyo Sedio Utomo menjelaskan, populasi domba yang dibudidayakan anggota HPDKI maupun peternak lainnya meningkat dari sekitar 600 ekor menjadi 3.000–4.000 ekor.

Menurut dia, usaha peternakan domba telah mencakup berbagai tahapan, mulai dari budidaya, pemotongan, pemasaran, hingga pengolahan produk. Usaha ini juga melibatkan pelaku katering yang menggunakan daging domba.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: